Untuk mempercepat proses evakuasi, Polri mengerahkan 155 personel, terdiri dari 125 anggota Polresta Cilacap dan 30 personel Brimob.
Selain itu, empat anjing pelacak (K9) diterjunkan untuk membantu mendeteksi titik-titik yang diduga terdapat korban tertimbun.
Karena kondisi medan sangat berat, tim SAR mengutamakan alat manual seperti cangkul dan senso.
Penggunaan alat berat masih terkendala tebalnya timbunan tanah dan risiko pergerakan tanah tambahan.
Polri: Misi Kemanusiaan, Fokus Penyelamatan
Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan bahwa Polri bekerja total dalam operasi kemanusiaan ini.
Setiap personel diterjunkan dengan penuh tanggung jawab, menggabungkan pencarian manual, dukungan anjing pelacak, dan pendampingan psikologis bagi keluarga korban.
Menurutnya, keselamatan masyarakat dan petugas menjadi prioritas yang tak bisa ditawar.
Baca Juga: Glamping Tawangmangu D'Lawu Mountain Cottage Harga Rp 600 Ribuan
Satu Korban Ditemukan, 20 Masih Dicari
Kabar terbaru menyebutkan, pada pukul 10.45 WIB, satu korban bernama Yuni dari Dusun Tarukahan berhasil ditemukan.
Dengan temuan ini, masih ada 20 warga yang belum ditemukan dan terus dalam pencarian.
Operasi dilakukan dengan ekstra hati-hati karena tanah masih labil dan berpotensi bergerak kembali.
Imbauan Polri untuk Warga
Artikel Terkait
Cara Update PUBG Mobile ke Versi 4.1: Nikmati Fitur Arena Esports & Frosty Funland
Glamping Tawangmangu D'Lawu Mountain Cottage Harga Rp 600 Ribuan
Pilihan Glamping Murah Tawangmangu untuk Keluarga, Pasangan dan Solo Traveler
Kasus Bullying di SMPN 1 Blora: Korban Masih Trauma dan Belum Masuk Sekolah, Begini Kronologinya
Promo JSM Indomaret 14–16 November 2025, Produk Rumah Tangga Turun Harga
Belanja Hemat Akhir Pekan! Ini Katalog Promo JSM Superindo 14–16 November 2025
Promo JSM Alfamart 14–16 November 2025: Belanja in Hemat dengan Diskon Jumbo!
15 Prompt Gemini AI untuk Edit Foto Golden Hour yang Natural dan Realistis
Suksesi Keraton Surakarta Memanas! Gusti Mangkubumi Ditetapkan sebagai Paku Buwono XIV, Tidak Akui Deklarasi Gusti Purbaya
Raja Kembar Keraton Surakarta, Dua Kubu Sama-sama Klaim Gelar Paku Buwono XIV