Suksesi Keraton Surakarta Memanas! Gusti Mangkubumi Ditetapkan sebagai Paku Buwono XIV, Tidak Akui Deklarasi Gusti Purbaya

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Kamis, 13 November 2025 | 19:57 WIB
Suksesi Keraton Surakarta Memanas! Gusti Mangkubumi Ditetapkan sebagai Paku Buwono XIV, Tidak Akui Deklarasi Gusti Purbaya. (Dok. Lembaga Dewan Adat)
Suksesi Keraton Surakarta Memanas! Gusti Mangkubumi Ditetapkan sebagai Paku Buwono XIV, Tidak Akui Deklarasi Gusti Purbaya. (Dok. Lembaga Dewan Adat)

TITIKTEMU.CO - Suksesi di Keraton Surakarta kembali memanas. Rembugan atau rapat keluarga besar keraton akhirnya menetapkan KGPH Hangabehi atau Gusti Mangkubumi sebagai raja bergelar Paku Buwono XIV.  

Rapat digelar di Sasana Handrawina, Kamis 13 November, dipimpin Maha Menteri KGPA Tedjowulan, dihadiri putra-putri almarhum PB XII, sentono dan abdi dalem, serta lembaga dewan adat (LDA).

Menurut Ketua LDA GRAy Koes Murtiyah Wandansari (Gusti Moeng), keputusan ini diambil untuk menyatukan kembali keluarga besar dan menjaga kelestarian warisan budaya keraton.

Baca Juga: Putra Sulung PB XIII KGPH Mangkubumi: Jangan Buru-buru Suksesi, Ini Masih Masa Berkabung 

“Keributan yang dulu-dulu sudah seharusnya disatukan. Kita ingin keluarga kembali rukun dan bersama-sama melestarikan keraton,” ujar Gusti Moeng seusai rapat.

Keputusan ini artinya tidak mengakui deklarasi Gusti Purbaya sebagai penerus tahta Keraton Surakarta yang dilakukan beberapa waktu lalu.

Otomatis, kubu Gusti Moeng juga menolak rencana penobatan Gusti Purbaya sebagai Paku Buwono XIV yang sudah dijadwalkan Sabtu 15 November mendatang.

Diketahui, Gusti Mangkubumi merupakan putera sulung dari Paku Buwono XIII. Sementera Gusti Purbaya merupakan adik bungsu Mangkubumi.

Baca Juga: Suksesi Keraton Surakarta Memanas, Tedjowulan: Tahan Diri dan Hormati Pemerintah!

Ketegangan Rembug Keluarga

Rembug keluarga yang semula tertib mendadak memanas. Ketegangan terjadi ketika kubu KGPH Purboyo yang dipimpin GRAy Timoer Rumbai Kusuma Dewayani (Gusti Timoer), putri sulung PB XIII, datang ke lokasi rapat.

Mereka menolak hasil keputusan keluarga besar tersebut karena dianggap tidak sah. Gusti Timoer bahkan sempat memprotes dengan suara keras.

Menurut GPH Suryo Wicaksono (Gusti Nenok), putra PB XII, suasana sempat tegang karena perbedaan pandangan antar kerabat.

“Saya mengikuti rapat yang dipimpin Panembahan Agung Tedjowulan berdasarkan surat amanah dari Kemendagri. Suasananya cukup panas karena masing-masing pihak mempertahankan pendapatnya,” ujarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X