“Penobatan Pakubuwono XIV. Kami berpegang pada yang jelas. Hak itu dari Gusti Allah. Gusti Behi yang sekarang Pakubuwono XIV tidak minta untuk dilahirkan lebih tua daripada Purboyo. Itu kehendak Allah,” tuturnya.
Gusti Moeng bahkan menuding adanya rekayasa terkait status permaisuri hingga surat wasiat yang menyebutkan penunjukan putra mahkota sebelumnya. Menurutnya, hal itu perlu ditinjau secara hukum dan adat.
“Untuk jumenengan besok, biar saja mereka mau jalan. Saya tetap akan berpegang pada 40 hari atau 100 hari,” tambahnya, merujuk pada masa berkabung sebelum penobatan resmi menurut tradisi keraton.
Baca Juga: Suksesi Keraton Surakarta Memanas, Tedjowulan: Tahan Diri dan Hormati Pemerintah!
Konflik Lama yang Kembali Berulang
Kisruh suksesi ini mengingatkan masyarakat pada konflik panjang saat penetapan Pakubuwono XIII yang berlangsung lebih dari satu dekade.
Saat itu, Keraton Surakarta juga terbelah menjadi dua kubu yang sama-sama mengklaim legitimasi. Dampaknya bukan hanya pada stabilitas internal keluarga keraton, tapi juga berhentinya aktivitas budaya dan adat.
Kini, sejarah tampaknya kembali berulang. Dua figur, dua kubu, dan dua proses penobatan berbeda kembali muncul di tengah masyarakat Jawa yang masih memandang Keraton Surakarta sebagai pusat budaya dan spiritual.
Baca Juga: Raja Baru Keraton Surakarta: Gusti Purbaya Dinobatkan sebagai Paku Buwono XIV 15 November 2025
Mediasi Macet
Menurut GKR Timoer, sebenarnya pernah ada upaya mediasi yang melibatkan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wali Kota Solo Respati Ardi, dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Dalam pertemuan itu, keluarga inti PB XIII sudah sepakat mendukung Hamangkunegoro sebagai putra mahkota. Karena itu, keputusan LDA pada 13 November dinilai mengabaikan kesepakatan tersebut.
“Silakan Anda menilai sendiri apakah ini benar dari segi hukum maupun adat,” tegas GKR Timoer.
Baca Juga: Sejarah Keraton Surakarta, Paku Buwana III: Raja yang Berkuasa di Bawah Bayang-bayang Belanda
Akhir yang Masih Belum Jelas
Artikel Terkait
Paku Buwono VI, Raja Surakarta di Simpang Jalan
Paku Buwono XIII Wafat, Ini Profil Putra Mahkota Gusti Purbaya, Calon Penerus Tahta Keraton Surakarta
Begini Prosesi Pemakaman Paku Buwono XIII dari Keraton Surakarta Menuju Imogiri
Silsilah Lengkap Pakubuwana XIII: Garis Keturunan, Istri, dan Putra Mahkota Penerus Tahta
Ribuan Warga Lepas Jenazah Paku Buwono XIII ke Imogiri, Tedjowulan Kawal Keraton Surakarta hingga Penobatan Raja Baru
Berebut Tahta Keraton Surakarta: Tedjowulan vs Putra Mahkota, Siapa Penerus Sah PB XIII?
Begini Duduk Perkara Klaim Tahta Keraton Surakarta antara Putra Mahkota dan Maha Menteri