Begini Duduk Perkara Klaim Tahta Keraton Surakarta antara Putra Mahkota dan Maha Menteri

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Jumat, 7 November 2025 | 17:05 WIB
Begini Duduk Perkara Klaim Tahta Keraton Surakarta antara Putra Mahkota dan Maha Menteri Tedjowulan (Instagram)
Begini Duduk Perkara Klaim Tahta Keraton Surakarta antara Putra Mahkota dan Maha Menteri Tedjowulan (Instagram)

TITIKTEMU.CO - Keraton Surakarta kembali menjadi sorotan. Di tengah suasana duka sepeninggal Paku Buwana XIII, muncul perbedaan pandangan di antara keluarga keraton mengenai siapa penerus sah tahta kerajaan.

Dua nama kini mencuat ke permukaan. Pertama, KGPAA Hamangkunegoro Sudibya Rajaputra Narendra ing Mataram, putra mahkota yang telah mengucap ikrar sebagai Pakubuwana XIV.

Kedua, Kanjeng Gusti Panembahan Agung (KGPA) Tedjowulan, adik mendiang PB XIII sekaligus Maha Menteri Keraton Surakarta.Kondisi ini menciptakan ketegangan baru di lingkungan keraton.

Baca Juga: Berebut Tahta Keraton Surakarta: Tedjowulan vs Putra Mahkota, Siapa Penerus Sah PB XIII?

Wafatnya PB XIII Memunculkan Dua Kubu

PB XIII wafat pada Minggu, 2 November 2025, di RS Indriati Solo Baru. Sehari setelah kabar duka, suasana haru menyelimuti kerabat keraton dan masyarakat Solo.

Namun, di balik suasana itu, muncul dua pandangan berbeda tentang siapa yang layak melanjutkan kepemimpinan atau raja Keraton Surakarta.

Anak tertua PB XIII, ,Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Timoer Rumbai  menegaskan keluarga inti sudah mendukung putra mahkota, Hamangkunegoro atau Gusti Purboyo, naik takhta sebagai Pakubuwana XIV.

“Almarhum telah menunjuk Hamangkunegoro sebagai putra mahkota sejak 27 Februari 2022, saat Jumenengan Dalem yang ke-18,” ujar GKR Timoer kepada wartawan.

Baca Juga: Menanti Penobatan Raja Solo yang Baru: Apakah Suksesi Bakal Berlangsung Tanpa Konflik?

Ikrar di Depan Peti Jenazah

Pada Rabu, 5 November 2025, menjelang prosesi pemakaman PB XIII di Makam Raja-Raja Mataram, Imogiri, Hamangkunegoro mengucapkan ikrar kesetiaan dan kesiapan memimpin keraton.

Dengan bahasa Jawa halus, dia menyatakan dirinya sebagai penerus takhta bergelar Sri Susuhunan Pakubuwana XIV.

“Mundhi dhawuh Sabda Dalem Sampeyandalem Ingkang Sinuhun... Ingsun Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom Hamangkunegoro Sudibya Rajaputra Narendra Mataram...

hanglintir kaprabon dalem minangka Sri Susuhunan Karaton Surakarta Hadiningrat kanthi sesebutan Sampeyandalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Paku Buwono Patbelas,” demikian petikan sumpahnya.

Baca Juga: Kisah Kelam Tumenggung Endranata, Pengkhianat Mataram yang Jasadnya Dikubur Terpisah di Imogiri 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X