Meski demikian, hasil rapat keluarga tetap memutuskan bahwa KGPH Hangabehi atau Gusti Mangkubumi sebagai PB XIV, dan keputusan ini telah disampaikan oleh Tedjowulan kepada pemerintah.
“Ini bukan berarti pemerintah ikut campur. Kami yang meminta negara hadir untuk menjaga kelestarian dan keberlangsungan keraton,” tambah Gusti Moeng.
Baca Juga: Raja Baru Keraton Surakarta: Gusti Purbaya Dinobatkan sebagai Paku Buwono XIV 15 November 2025
Dasar Paugeran Keraton
Menurut Gusti Moeng, penetapan KGPH Hangabehi sebagai PB XIV berlandaskan paugeran atau aturan adat keraton. Sesuai tradisi, jika raja wafat tanpa permaisuri resmi, maka putra laki-laki tertua memiliki hak untuk naik takhta.
“Kami berpegang pada hak bahwa Gusti Behi (KGPH Hangabehi) adalah putra tertua mendiang PB XIII. Sesuai paugeran, dialah yang berhak menggantikan posisi ayahnya,” jelas Gusti Moeng.
Gusti Moeng juga menegaskan bahwa pihaknya sejak awal tidak mengakui keberadaan permaisuri PB XIII maupun pengangkatan KGPH Purbaya sebagai Putra Mahkota.
“Semua itu direkayasa. Tiba-tiba saja ada pengumuman Adipati Anom dan deklarasi PB XIV saat jenazah belum dimakamkan,” tegasnya.
Baca Juga: Sejarah Keraton Surakarta, Paku Buwana III: Raja yang Berkuasa di Bawah Bayang-bayang BelandaBaca Juga: Sejarah Keraton Surakarta, Paku Buwana III: Raja yang Berkuasa di Bawah Bayang-bayang Belanda
Dua Raja di Satu Keraton
Penetapan PB XIV kali ini mengingatkan publik saat suksesi PB XIII pada tahun 2004. Kala itu, terjadi fenomena “raja kembar”, yaitu PB XIII Hangabehi, dan PB XIII Tedjowulan.
Dua dekade berselang, sejarah tampaknya kembali berulang. Sebab, Gusti Purbaya yang dikenal sebagai Putra Mahkota PB XIII telah lebih dahulu mendeklarasikan diri sebagai PB XIV.
Bahkan, Hamangkunegara dijadwalkan menggelar upacara Jumeneng Dalem Nata Binayangkare atau penobatan resminya sebagai PB XIV pada Sabtu, 15 November 2025.***
Artikel Terkait
Paku Buwono XIII Wafat, Ini Profil Putra Mahkota Gusti Purbaya, Calon Penerus Tahta Keraton Surakarta
Mengenal Empat Raja Jawa: Ini Beda Hamengku Buwono, Paku Alam, Paku Buwono, dan Mangkunegara
Begini Prosesi Pemakaman Paku Buwono XIII dari Keraton Surakarta Menuju Imogiri
Silsilah Lengkap Pakubuwana XIII: Garis Keturunan, Istri, dan Putra Mahkota Penerus Tahta
Ribuan Warga Lepas Jenazah Paku Buwono XIII ke Imogiri, Tedjowulan Kawal Keraton Surakarta hingga Penobatan Raja Baru
Putra Mahkota Gusti Purboyo Nyatakan Naik Tahta di Hadapan Jenazah Sang Ayah, Bergelar Paku Buwono XIV
Prosesi Pemakaman Paku Buwono XIII di Imogiri, Menapaki 500 Anak Tangga ke Puncak Makam Raja-Raja
Berebut Tahta Keraton Surakarta: Tedjowulan vs Putra Mahkota, Siapa Penerus Sah PB XIII?
Begini Duduk Perkara Klaim Tahta Keraton Surakarta antara Putra Mahkota dan Maha Menteri