Evakuasi Korban Ambruknya Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Masih Berlanjut, 14 Santri Dinyatakan Meninggal Dunia

photo author
Achmad Zainur Roziqin, TitikTemu.co
- Sabtu, 4 Oktober 2025 | 09:02 WIB
Tim SAR masih melakukan proses evakuasi korban Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo. (Instagram/kantorsar_semarang)
Tim SAR masih melakukan proses evakuasi korban Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo. (Instagram/kantorsar_semarang)

TITIKTEMU.CO - Tim SAR gabungan masih terus melakukan proses evakuasi terhadap korban runtuhnya musala di Pondok Pesantren Al-Khoziny, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Hingga kini, jumlah korban meninggal dunia tercatat sebanyak 14 orang.

Dari total korban yang berhasil diselamatkan, 14 orang masih menjalani perawatan di rumah sakit, 89 orang telah diizinkan pulang, dan satu orang dirujuk ke rumah sakit di Mojokerto.

"Total korban tercatat sebanyak 167 orang. Dari jumlah tersebut, 118 orang telah ditemukan dengan rincian; 103 orang dalam kondisi selamat, 14 orang meninggal dunia dan satu orang kembali ke rumah tanpa memerlukan penanganan medis lanjutan," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Sabtu (4/10/2025).

Baca Juga: Timnas Indonesia Siap Hadapi Arab Saudi dan Irak di Kualifikasi Piala Dunia 2026: Jadwal, Skuad, dan Peluang Lolos

Data tersebut diperbarui pada pukul 23.05 WIB, Jumat (3/10). Petugas masih terus melakukan proses pencarian dan penyelamatan di lokasi kejadian.

"Sementara itu, sebanyak 49 orang lainnya (berdasarkan daftar absensi yang dirilis pihak pondok pesantren) masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan," lanjutnya.

Upaya keras berbagai pihak dilakukan siang dan malam dengan dukungan penuh dari berbagai instansi dan relawan. Proses pencarian pun masih berlanjut seiring ditemukannya sejumlah korban tambahan.

Baca Juga: Luhut Binsar Pandjaitan: Serapan Anggaran Program Makan Bergizi Gratis Sudah Baik, Tak Perlu Ditarik Menkeu

"Adapun hasil operasi pencarian pada hari ini tercatat tambahan delapan jenazah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian. Proses pencarian dan evakuasi masih terus dilanjutkan dengan dukungan penuh dari Basarnas, BPBD, TNI-Polri, PMI, Tagana, Pemadam Kebakaran dan unsur relawan lainnya," jelas Muhari.

Ia menegaskan, kegiatan evakuasi dilakukan tanpa henti selama 24 jam. Saat ini, fokus pencarian berada di sisi utara lokasi ambruknya bangunan.

"Proses pembersihan puing kini difokuskan pada sisi utara, khususnya pada bagian bangunan yang tidak lagi terintegrasi dengan struktur utama," pungkasnya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Achmad Zainur Roziqin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X