Dari Reza Shah hingga Revolusi 1979: Kejayaan dan Runtuhnya Dinasti Pahlavi di Iran

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Rabu, 4 Maret 2026 | 07:16 WIB
Dari Reza Shah hingga Revolusi 1979: Kejayaan dan Runtuhnya Dinasti Pahlavi di Iran. ( the times.co.uk)
Dari Reza Shah hingga Revolusi 1979: Kejayaan dan Runtuhnya Dinasti Pahlavi di Iran. ( the times.co.uk)

Tokoh yang paling vokal mengkritik Shah adalah ulama Syiah karismatik Ruhollah Khomeini. Ia menuduh pemerintah Iran terlalu tunduk pada kepentingan Barat, terutama Amerika Serikat.

Akibat kritik tersebut, Khomeini ditangkap dan diasingkan ke Turki, kemudian Irak. Namun dari pengasingan, pengaruhnya justru semakin besar.

Baca Juga: Profil Mojtaba Khamenei: Putra Ali Khamenei yang Disebut-sebut Calon Kuat Pemimpin Tertinggi Iran 

Revolusi 1979: Runtuhnya Monarki Iran

Ketegangan politik di Iran akhirnya mencapai puncaknya pada 1978. Demonstrasi besar-besaran terjadi di berbagai kota, melibatkan mahasiswa, pedagang bazaar, ulama, hingga kelompok oposisi politik.

Di tengah situasi yang semakin tidak terkendali, Mohammad Reza Shah Pahlavi yang saat itu juga menderita kanker akhirnya meninggalkan Iran pada 16 Januari 1979.

Kepergian Shah disambut euforia jutaan rakyat di jalan-jalan Teheran. Dua pekan kemudian, Ruhollah Khomeini pulang dari pengasingannya di Prancis dan memimpin perubahan besar dalam sistem pemerintahan.

Iran kemudian resmi berubah menjadi negara teokrasi yang dikenal sebagai Republik Islam Iran.

Baca Juga: Araghchi Tegaskan Iran Tak Akan Lanjutkan Negosiasi Nuklir dengan AS, Singgung Sikap Kontradiktif Washington 

Dinasti Pahlavi di Pengasingan

Meskipun monarki telah runtuh, keluarga Pahlavi masih mempertahankan klaim simbolis terhadap takhta Iran.

Putra mahkota terakhir, Reza Pahlavi, kini hidup di pengasingan di Amerika Serikat. Ia sering menyuarakan gagasan tentang Iran yang demokratis dan sekuler.

Menurutnya, masa depan Iran harus ditentukan oleh rakyat melalui referendum bebas, apakah memilih republik atau monarki konstitusional.

Namun hingga kini, gagasannya masih menghadapi tantangan besar, terutama karena perubahan politik Iran sangat kompleks dan dipengaruhi dinamika regional.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Arti Mimpi Ular Kuning dan Putih Apa?

Selasa, 26 Agustus 2025 | 11:35 WIB
X