Tokoh yang paling vokal mengkritik Shah adalah ulama Syiah karismatik Ruhollah Khomeini. Ia menuduh pemerintah Iran terlalu tunduk pada kepentingan Barat, terutama Amerika Serikat.
Akibat kritik tersebut, Khomeini ditangkap dan diasingkan ke Turki, kemudian Irak. Namun dari pengasingan, pengaruhnya justru semakin besar.
Baca Juga: Profil Mojtaba Khamenei: Putra Ali Khamenei yang Disebut-sebut Calon Kuat Pemimpin Tertinggi Iran
Revolusi 1979: Runtuhnya Monarki Iran
Ketegangan politik di Iran akhirnya mencapai puncaknya pada 1978. Demonstrasi besar-besaran terjadi di berbagai kota, melibatkan mahasiswa, pedagang bazaar, ulama, hingga kelompok oposisi politik.
Di tengah situasi yang semakin tidak terkendali, Mohammad Reza Shah Pahlavi yang saat itu juga menderita kanker akhirnya meninggalkan Iran pada 16 Januari 1979.
Kepergian Shah disambut euforia jutaan rakyat di jalan-jalan Teheran. Dua pekan kemudian, Ruhollah Khomeini pulang dari pengasingannya di Prancis dan memimpin perubahan besar dalam sistem pemerintahan.
Iran kemudian resmi berubah menjadi negara teokrasi yang dikenal sebagai Republik Islam Iran.
Dinasti Pahlavi di Pengasingan
Meskipun monarki telah runtuh, keluarga Pahlavi masih mempertahankan klaim simbolis terhadap takhta Iran.
Putra mahkota terakhir, Reza Pahlavi, kini hidup di pengasingan di Amerika Serikat. Ia sering menyuarakan gagasan tentang Iran yang demokratis dan sekuler.
Menurutnya, masa depan Iran harus ditentukan oleh rakyat melalui referendum bebas, apakah memilih republik atau monarki konstitusional.
Namun hingga kini, gagasannya masih menghadapi tantangan besar, terutama karena perubahan politik Iran sangat kompleks dan dipengaruhi dinamika regional.***
Artikel Terkait
Serangan Israel ke Iran Tewaskan Tokoh Kunci, Iran Kibarkan Bendera Merah Apa Artinya?
KBRI Teheran Imbau WNI di Iran Waspada Pasca Serangan Israel, Ini 7 Langkah yang Perlu Dilakukan
Respons Keras China dan Pakistan atas Serangan Israel ke Iran: Kecam Pelanggaran dan Serukan Perdamaian
Presiden Iran Bantah Produksi Nuklir untuk Senjata: Kami Tak Ingin Senjata Pemusnah Massal
Ayatollah Khamenei Klaim Kemenangan, Sebut Israel Nyaris Runtuh
PM Israel Netanyahu Resmi Calonkan Donald Trump untuk Nobel Perdamaian 2025
Donald Trump Umumkan Akhir Perang Gaza, Israel Klaim Kemenangan atas Hamas
Israel Tolak Bayar Iuran Board of Peace, Indonesia Tegaskan Misi Gaza Tak Boleh Terganggu