TITIKTEMU.CO - Kabar wafatnya Ali Khamenei dalam serangan militer pada 28 Februari 2026 langsung mengguncang dinamika politik di Iran.
Di tengah situasi tersebut, perhatian dunia internasional kini tertuju pada satu nama yang disebut-sebut sebagai kandidat kuat penerus kepemimpinan tertinggi negara itu, yaitu Mojtaba Khamenei.
Mojtaba merupakan putra kedua Ali Khamenei. Meski selama ini tidak banyak tampil di ruang publik, pengaruhnya dalam lingkaran elite politik Iran disebut sangat besar.
Sejumlah laporan media Iran bahkan menyebut bahwa da telah dipersiapkan selama beberapa tahun terakhir untuk kemungkinan mengisi posisi sebagai Pemimpin Tertinggi Iran.
Jika benar terpilih, Mojtaba berpotensi menjadi tokoh ketiga yang memegang jabatan tersebut sejak berdirinya Republik Islam Iran pasca Iranian Revolution.
Mojtaba Khamenei lahir tahun 1969 di kota suci Mashhad, dan tumbuh dalam keluarga religius yang memiliki pengaruh besar dalam revolusi dan politik Iran.
Ayahnya, Ali Khamenei, merupakan tokoh penting dalam revolusi Iran yang menggulingkan kekuasaan monarki pada 1979.
Setelah wafatnya Ruhollah Khomeini pada 1989, Ali Khamenei kemudian diangkat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran hingga selama hampir empat dekade.
Sejak muda, Mojtaba menempuh pendidikan keagamaan di berbagai lembaga pendidikan Islam tradisional di Iran. Ia dikenal mendalami ilmu fikih, tafsir, dan teologi Islam di pusat pendidikan ulama di Qom.
Karier Politik dan Pengaruh di Balik Layar
Artikel Terkait
Diplomasi di Panggung Dunia: Saat Trump Menyebut Nama Prabowo di Hadapan ASEAN
Trump dan Xi Bertemu di Busan: Isyarat Damai di Tengah Perang Tarif yang Membakar Dunia
Pertemuan Trump dan Xi Jinping di Busan: Awal Baru Redakan Ketegangan Perang Dagang AS–China
Donald Trump Klaim Akan Kuasai Minyak Venezuela, Seberapa Besar Cadangan Negeri Amerika Latin Itu?
Diskusi ISI Ungkap Dampak Kebijakan Trump terhadap Persaingan Kekuatan Besar di Indo-Pasifik
Dewan Perdamaian Versi Trump: Banyak Negara Pilih Mundur Pelan-Pelan daripada Ikut Ribut Global