PM Israel Netanyahu Resmi Calonkan Donald Trump untuk Nobel Perdamaian 2025

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Selasa, 8 Juli 2025 | 16:35 WIB
Benjamin Netanyahu mencalonkan Donald Trump untuk menerima Hadiah Nobel Perdamaian 2025. () (Instagram/whitehouse)
Benjamin Netanyahu mencalonkan Donald Trump untuk menerima Hadiah Nobel Perdamaian 2025. () (Instagram/whitehouse)

TITIKTEMU.CO - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, secara resmi mengajukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebagai kandidat penerima Hadiah Nobel Perdamaian 2025.

Pencalonan ini diumumkan dalam suasana formal saat jamuan makan malam kenegaraan di Gedung Putih pada Senin, 7 Juli 2025 waktu setempat.

Alasan Netanyahu Menilai Trump Layak Dicalonkan

Dalam pernyataannya kepada wartawan sebelum acara dimulai, Netanyahu menegaskan keyakinannya pada kontribusi Trump dalam menciptakan perdamaian di berbagai kawasan dunia.

"Dia sedang membangun perdamaian selagi kita berbicara," ujar Netanyahu.

Ia menilai Trump telah berhasil mendamaikan satu negara ke negara lain, satu wilayah ke wilayah lainnya, sehingga layak untuk meraih penghargaan bergengsi tersebut.

Baca Juga: Daftar Harga Mobil Listrik Wuling Terbaru Juli 2025 Mulai 100 Jutaan Mulai Air ev, BinguoEV, dan Cloud EV

Alasan Netanyahu Menilai Trump Layak Dicalonkan

Netanyahu bahkan secara pribadi menyerahkan surat resmi pencalonan tersebut langsung kepada Trump.

"Surat ini mencalonkan Anda untuk Hadiah Perdamaian, yang sangat layak Anda terima," ucap Netanyahu ketika menyerahkan dokumen nominasi itu.

Respons Apresiatif dari Donald Trump

Mendapatkan penghargaan semacam itu dari seorang kepala pemerintahan, Trump pun merespons dengan penuh rasa terima kasih.

Baca Juga: Superman 2025 Adalah Simbol Imigran dan Moralitas di Amerika, Kata Sutradara James Gunn

"Ucapan dari Anda adalah hal yang sangat bermakna," kata Trump, menandakan apresiasinya atas nominasi tersebut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X