Dari Reza Shah hingga Revolusi 1979: Kejayaan dan Runtuhnya Dinasti Pahlavi di Iran

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Rabu, 4 Maret 2026 | 07:16 WIB
Dari Reza Shah hingga Revolusi 1979: Kejayaan dan Runtuhnya Dinasti Pahlavi di Iran. ( the times.co.uk)
Dari Reza Shah hingga Revolusi 1979: Kejayaan dan Runtuhnya Dinasti Pahlavi di Iran. ( the times.co.uk)

Pada tahun 1941, kedua negara tersebut menginvasi Iran untuk mengamankan jalur logistik dan sumber minyak strategis.

Di bawah tekanan militer Sekutu, Reza Shah dipaksa turun takhta pada 16 September 1941. Mahkota kemudian diserahkan kepada putranya yang masih muda, Mohammad Reza Shah Pahlavi.

Sang pendiri dinasti diasingkan ke Mauritius, lalu ke Afrika Selatan. Dia meninggal dunia di Johannesburg pada 1944.

Mohammad Reza Shah dan Politik Global

Sebagai raja baru, Mohammad Reza Shah Pahlavi awalnya dikenal sebagai pemimpin yang peragu. Situasi politik Iran setelah perang lebih demokratis dan dipenuhi berbagai kekuatan politik.

Salah satu tokoh penting saat itu adalah Mohammad Mosaddeq, perdana menteri nasionalis yang menasionalisasi industri minyak Iran pada 1951.

Keputusan itu memicu konflik besar dengan Inggris dan Amerika Serikat. Krisis berujung pada operasi rahasia yang dikenal sebagai Operasi Ajax 1953, sebuah kudeta yang didukung CIA.

Kudeta itu berhasil menggulingkan Mosaddeq dan mengembalikan kekuasaan penuh kepada Shah. Sejak saat itu, Mohammad Reza Shah menjadi pemimpin otoriter.

Ia mendirikan badan intelijen rahasia bernama SAVAK yang bertugas mengawasi oposisi dan menekan kritik terhadap pemerintah.

Baca Juga: Profil dan Biodata Ayatollah Ali Khamenei: Perjalanan Hidup Pemimpin Agung Iran 1989–2026

Revolusi Putih dan Ketegangan Sosial

Pada 1960-an, Mohammad Reza Shah Pahlavi meluncurkan program reformasi besar yang dikenal sebagai Revolusi Putih.

Program ini mencakup reformasi agraria, pemberian hak pilih kepada perempuan, pembangunan pendidikan desa, serta industrialisasi negara.

Secara ekonomi, Iran memang mengalami pertumbuhan pesat. Namun perubahan sosial yang cepat juga menimbulkan ketimpangan baru.

Urbanisasi besar-besaran terjadi tanpa persiapan ekonomi memadai. Sementara itu, gaya hidup elite kerajaan yang sangat mewah semakin memicu kemarahan rakyat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Arti Mimpi Ular Kuning dan Putih Apa?

Selasa, 26 Agustus 2025 | 11:35 WIB
X