Araghchi Tegaskan Iran Tak Akan Lanjutkan Negosiasi Nuklir dengan AS, Singgung Sikap Kontradiktif Washington

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Jumat, 27 Juni 2025 | 21:04 WIB
Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Abbas Araghchi.  (x.com/araghchi)
Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Abbas Araghchi. (x.com/araghchi)

TITIKTEMU.CO - Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa Teheran sama sekali tidak berencana untuk memulai kembali pembicaraan mengenai kesepakatan nuklir dengan Amerika Serikat.

Dalam wawancara di stasiun TV pemerintah Iran, Araghchi membantah klaim Presiden AS Donald Trump yang menyebut kedua negara akan membuka dialog pekan depan.

"Saya tegaskan, tidak ada kesepakatan, rencana, atau pembicaraan apa pun untuk memulai kembali negosiasi," ujar Araghchi seperti dilansir Reuters, Jumat, 27 Juni 2025.

Baca Juga: Presiden Iran Bantah Produksi Nuklir untuk Senjata: Kami Tak Ingin Senjata Pemusnah Massal

Sebut AS Penuh Kontradiksi

Araghchi menilai sikap Amerika Serikat selama ini penuh dengan kontradiksi dan tidak bisa dipercaya.

"Ucapan mereka itu kontradiktif," tegasnya dalam wawancara tersebut

Kilasan Ketegangan Iran-AS Pasca Serangan Israel

Araghchi juga menyinggung konteks lebih luas ketegangan antara Iran dan AS.

Ia menjelaskan sebelumnya memang ada pembicaraan nuklir yang berlangsung sebelum Israel melancarkan serangan pada 13 Juni lalu.

Baca Juga: Sempat Terkendala Perang Israel-Iran, Menag: Pemulangan Jemaah Haji 2025 Mulai Lancar

Saat itu, Iran dan AS tengah bernegosiasi ketika Israel menyerang Iran, yang memicu konflik bersenjata selama 12 hari.

Menurut Araghchi, AS bersikap licik dengan membujuk Iran untuk mengorbankan hak-haknya, sembari mendukung agresi Israel.

"Dalam negosiasi terakhir itu, mereka berusaha memikat kami agar menyerahkan hak bangsa kami. Tapi ketika situasi memanas, mereka malah mendukung perang dengan membiarkan rezim Zionis menyerang," terangnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X