Bahkan sebelumnya tiga partai—Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP)—sudah membentuk koalisi: Koalisi Indonesia Bersatu. Inilah koalisi pertama yang dipersiapkan untuk menghadapi Pemilu Presiden 2024.
Apakah akan muncul koalisi kedua? Bukan tidak mungkin. Itulah politik. Bukankah masih ada NasDem, Demokrat, Gerindra, PKS, PKB, dan PDI-P. Juga, partai-partai lainnya. Koalisi partai politik merupakan hal lumrah, yang biasa saja terjadi dalam sistem politik demokratis. Apa pun latar belakang dan kepentingannya.
Baca Juga: Piala Presiden 2022 : Digelar di Empat Kota, Berikut Jadwal Lengkap dari Fase Grup hingga Final
Bahwa pada masa lalu mereka tidak cocok, partainya bersaing, bahkan bersaing keras, begitu keras, itu nggak masalah. Itu juga biasa. Kata Andre Gamble (2019) “From the sublime to the ridiculous is only one step”, yang arti harfiahnya adalah “dari yang agung ke yang konyol hanya satu langkah”. Yang penting sekarang memiliki satu tujuan, satu kepentingan: merebut kekuasaan pada tahun 2024. Tidak lebih dari itu! Maka mereka bersatu, membangun koalisi meskipun berbeda ideologi, misalnya. Maka mereka pun bertemu, bersilaturahim.
Mengapa semua itu bisa terjadi. Kata Herry-Priyono (2022) politik itu tidak lahir di Firdaus, tidak beroperasi dengan idealisme transendental. Itulah sebabnya, persoalan politik hanya teratasi sementara dan tidak pernah mencapai solusi permanen.
Baca Juga: Link 7 Cerita Horor SimpleMan Versi PDF dan Twitter, Lebih Seram dari KKN di Desa Penari
Negosiasi, kesepakatan, kompromi, dan saling menyesuaikan adalah idiom khas dalam politik. Dalam perspektif positif, politik dapat dikatakan sebagai aktivitas dan arena khas manusia yan terus-menerus mengupayakan pengelolaan konflik kepentingan bagi perbaikan tetanta hidup bersama.
Tetapi, mereka yang sinis akan mengatakan, politik itu tindakan kelicikan, kesepakatan ganda, dan tipu daya. Politik itu kotor. Mungkin ya, mungkin tidak. Karena, dasarnya adalah kepentingan. Kepentingan partai. Kepentingan negara dan bangsa (semoga). Maka kata sosiolog Jerman, Max Weber (1864-1920), politik adalah pertarungan bagi pembagian kekuasaan dan untuk memengaruhi pembagian kekuasaan, entah dalam skala antar-negara atau di antara kelompok-kelompok (parpol) dalam suatu negara.
Ketiga
Dalam rumusan lain, Andrew Gamble mengatakan, politik adalah drama karakter dan keadaan tanpa akhir, dan inilah yang mendorong agenda berita di seluruh dunia. Berkali-kali banyak orang mengatakan bahwa mereka bosan dengan politik dan tidak tertarik padanya, namun media dalam segala platform-nya menyodorkan berita-berita seperti itu. Terus mau apa?
Maka jangan heran, nggak usah risau dan merasa terganggu bahwa dunia di sekitar kita ini hiruk-pikuk, riuh-rendah, bahkan bising oleh aktivitas politik. Apalagi, menghadapi Pemilu Presiden 2024 mendatang. Semua partai sudah menyiapkan diri, pasang kuda-kuda, membuat etung-etungan politik yang njlimet.
Baca Juga: Piala Presiden 2022: Solo Siap Jadi Tuan Rumah. Penonton ke Stadion Wajib Vaksin Lengkap
Bukan hanya partai yang siap-siap. Mereka yang merasa pantas menjadi presiden pun sudah pula bersiap-siap: sudah tampil di sana-sini, sudah senyum sana-sini, sudah ngomong ini dan itu, sudah memberikan ini dan itu, sudah ketemu tokoh yang ini dan yang itu, sudah foto dengan tokoh nomor satu, sudah nyebar foto ke mana-mana dengan banyak cara. Pendek kata, semua dilakukan.
Benarlah jadinya, idiom lama dalam politik: tidak ada kawan dan lawan abadi dalam politik, yang abadi adalah kepentingan! Dan, itu sangat berlaku menjelang Pemilu Presiden 2024. Semoga saja kepentingan rakyat; rakyat banyak!
Artikel Terkait
NGOBROL CAPRES oleh Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku
KISAH PEMBURU, Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku
NGOBROL DENGAN JENDERAL, Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku
Cerita Horor Sewu Dino SimpleMan Banyak Dicari, Ini Link PDF Download Gratis
"THE GODFATHER" Oleh Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku
CERBUNG: Inspirasi Melankolis "SEBATAS AURORA" Oleh: Triana Rahayu. Episode I
Link Cerita Horor Lemah Layat Agar Mudah Memahami Trilogi Sewu Dino SimpleMan