"THE GODFATHER" Oleh Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku

photo author
Redaksi TITIKTEMU, TitikTemu.co
- Minggu, 5 Juni 2022 | 17:05 WIB
Godfather, film besutan Francis Ford Copolla soal dunia mafia (deviatart.com)
Godfather, film besutan Francis Ford Copolla soal dunia mafia (deviatart.com)

Baca Juga: Kekasih Eril: Kamu akan Hidup Selamanya di Dalam Diriku


Kedua
Sesampai di rumah segera saya cari novel karya Mario Gianluigi Puzo (1920-1999) itu di rak buku. Ketemu: The Godfather. Dan, kubaca ulang beberapa halaman. Kucari tahu pula, siapa itu Mario Puzo.

Mario Puzo adalah seorang wartawan berdarah Amerika-Italia dan penulis naskah film. Ia berasal dari keluarga miskin di Pietradefusi, Italia. Novel The Godfather yang diterbitkan pada tahun 1969 adalah karyanya yang sangat kondang.

Dari novel ini lahir film The Godfather (1972), The Godfather II (1974) dan The Godfather III (1990) yang disutradarai Francis Ford Coppola. Karya lainnya adalah The Sicilian.

Baca Juga: Satu Tiket Piala Dunia Qatar 2022 Diperebutkan Wales Vs Ukraina Malam Ini. Siapa Berjaya?

Tokoh utama dalam novel The Godfather adalah Don Vito Corleone. Dialah Sang Godfather, pemimpin mafia. Meski seorang pemimpin mafia, Godfather adalah seorang pemurah, adil, dan logis serta rajin beribadah di gereja. Menurut novel itu. Tetapi, dia juga sangat tega dan tanpa ampun menyingkirkan orang-orang di dalam organisasinya yang dianggap berkhianat atau pesaingnya.

Menurut Godfather membunuh itu halal demi keadilan. Tentu, itu keadilan versi Godfather. Tak seorang pun berani menolak segala keinginannya, termasuk dijadikan sahabat. Walaupun setelah jadi sahabat, tidak bisa menentukan nasibnya sendiri.

Kata Don Corleone, persahabatan adalah segalanya. Persahabatan lebih dari bakat. Ini lebih dari pemerintah. Ini hampir sama dengan keluarga. Karena itu pengkhianatan terhadap persahabatan, hukumannya berat.

Baca Juga: Iga Swiatek Juarai Tunggal Putri Perancis Terbuka, Sekaligus Samai Rekor Venus Williams

Godfather dikenal sebagai orang yang sangat gigih, tak kenal kata menyerah dalam meraih dan mempertahankan kekuasaannya. Sebagai pemimpin mafia, Godfather menguasai “kerajaan bawah tanah”, yang bergerak dalam berbagai macam bisnis ilegal, perjudian, prostitusi, taruhan dalam balap kuda, dan termasuk serikat buruh.

Lewat novel ini diperkenalkan istilah-istilah kriminal Italia seperti consigliere atau consigliore (seorang penasihat keluarga dan kadang-kadang menjadi “tangan kanan” Bos), caporegime atau capo (orang yang bertanggung jawab atas sekelompok tentara dan “penegak hukum” atau tukang pukul, yang melapor langsung kepadanya), Cosa Nostra (nama tradisional yang digunakan oleh mafia untuk merujuk pada organisasi mereka, yang dalam bahasa Italia berarti “Hal Kami”), omertà (sikap dan kode kehormatan; tutup mulut).

 Baca Juga: Petenis Norwegia Casper Ruud Bertemu Gurunya Rafael Nadal di Final Perancis Terbuka

Ketiga
Ada yang mengatakan, novel Mario Puzo ini layak dibaca para politisi. Nggak tahu kenapa. Apa untuk belajar bersandiwara? Apa belajar kejam, tegaan, bersikap tanpa ampun terhadap lawan? Apa belajar munafik? Apa belajar kesetiaan? Apa belajar tutup mulut? Atau belajar apa lagi…

Padahal, dunia gelap (mafia) dan dunia terang (politisi) berbeda. Dalam dunia gelap, apa saja dihalalkan, tidak dianggap melanggar hukum. Bahkan, membunuh! Tentu, dunia terang tidak demikian, meski kadang ada yang menyimpang.

Meski berbeda, tetapi ada yang sama dan dipegang teguh: integritas, kesetiaan, kemunafikan, keserakahan, dan pengkhianatan. Integritas (integer, bahasa Latin) berarti “tidak rusak, murni, utuh, jujur, lurus, dan dapat dipercaya atau diandalkan.” Orang yang memiliki integritas diperlukan di mana saja.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: triaskredensialnews.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE PUN DIANGKAT MENJADI MENTERI

Kamis, 18 September 2025 | 07:57 WIB

TERIMA KASIH SRI MULYANI DAN SELAMAT DATANG PURBAYA

Selasa, 9 September 2025 | 05:51 WIB

KETIKA PUISI MENJADI SAKSI ZAMAN Oleh: DENNY JA

Senin, 26 Mei 2025 | 18:04 WIB
X