TITIKTEMU.CO JAKARTA - Indonesia Police Watch (IPW) mendesak Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa menjelaskan alasan diberhentikannya penyidikan perkara dugaan korupsi pengadaan helikopter AW-101 oleh Puspom TNI terhadap lima orang tersangka dari unsur TNI.
Pasalnya, orang nomor satu di TNI itu telah mempelajari kasusnya.
Pernyataan itu disampaikan Ketua Indonesia Police Watch Sugeng Teguh Santoso dalam siaran pers yang diterima TITIKTEMU.CO, Senin 10 Mei 2022.
Disebutkan, pada 21 Maret 2022 yang lalu Jenderal TNI Andika Perkasa saat di Hotel Ritz Carlton mengungkapkan masih mempelajari kasus helikopter sembari melihat perkembangan proses hukum yang dilakukan institusi lain.
"Jadi memang saya sedang mempelajari, tapi juga kan ada peran institusi lain yang masih juga belum tuntas," ujarnya.
Seperti diketahui, kasus dugaan korupsi pembelian Helikopter Augusta Westland (AW) 101, pertama kali diungkap oleh mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo pada Mei 2017 karena diduga terdapat kerugian negara sekitar Rp 220 miliar.
Dalam perkara ini Puspom TNI telah menetapkan empat tersangka.
Kemudian dalam perkembangan penyidikan oleh Puspom TNI terjadi penambahan satu tersangka lagi, sehingga total menjadi lima orang anggota TNI, Mereka adalah Marsma FA, Kolonel FTS, Letkol WW, Pelda S dan Marsda SB.
Sementara KPK juga menyidik perusahaan swasta penyedia barang PT Diratama Jaya Mandiri dengan Dirutnya bernama Irfan Kurnia Saleh yang ditetapkan sebagai tersangka pada bulan Juni tahun 2017.
Namun, perkara ini mengendap hampir empat tahun lamanya tanpa ada kemajuan prosesnya.
Artikel Terkait
IPW Puji Polrestabes Semarang yang Jeli Ungkap Rekayasa Kasus Tewasnya Mahasiswa PIP Korban Pemukulan Senior
Isu Ada Rekaman Keterlibatan Kapolri dalam Kasus Djoko Tjandra, IPW: Napoleon Bonaparte Cari Simpati Publik
Presiden Lantik Jenderal TNI Andika Perkasa Sebagai Panglima TNI
Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa, Pria Pintar dengan 5 Gelar Sarjana hingga Doktor
Akhiri Tugas Jadi Panglima TNI, Ini Pesan Bijak Marsekal Hadi Tjahjanto
IPW: Tindakan Represif Aparat Polda Jateng di Wadas Memprihatinkan & Identik dengan Orba
Ramai Tagar Yogya Darurat Klitih, IPW Minta Fungsi Intel dan Binmas Polri Dikedepankan