TITIKTEMU.CO
Penangkapan Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari dan suaminya Hasan Aminudin bersama 20 ASN di Probolinggo oleh KPK akhir Agustus lalu menjadi trending topik di semua kanal media.
Nama Puput Tantriana Sari pun mendadak populer. Tidak ada yang menyangka, perempuan cantik lemah lembut itu akan menyandang status maling di saat negara sedang berjuang mengakhiri pandemi Covid-19.
Terlepas dari kasus dugaan maling uang rakyat yang sedang ditangani KPK, Tantri adalah sosok perempuan yang sukses merintis karir politik di Indonesia.
Dikutip dari Wikipedia, Puput Tantriana Sari adalah Bupati Probolinggo ke-34 yang mulai memerintah sejak tahun 2013. Sebelum menjadi bupati, perempuan berparas ayu ini adalah karyawan BPD Jawa Timur (2004-2008).
Tahun 2013 ia mulai terjun ke dunia politik. Tantri maju sebagai calon bupati diusung 8 partai parlemen, yaitu PDIP, PKB, PKPB, PKNU, Gerindra, Republiken, Barnas, dan PAN. Puput juga diusung 16 partai non-parlemen.
Baca Juga: KPK Tetapkan 22 Terduga Maling Uang Rakyat Sebagai Tersangka, Termasuk Bupati Probolinggo
Saat dilantik menjadi Bupati Probolinggo pada 20 Februari 2013, Tantri merupakan bupati perempuan termuda di Indonesia karena usianya baru 30 tahun. Ia kelahiran Ponorogo, Jawa Timur, 23 Mei 1983.
Sebagai bupati, Tantri meraih banyak penghargaan. Pada 2015, dia mendapat enam penghargaan. Setahun kemudian, ia bahkan meraih 10 penghargaan di bidang semua level, dan delapan penghargaan di tahun 2017.
Di bawah kepemimpinan Puput Tantriana Sari, Pemkab Probolinggo meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun anggaran 2020.
Baca Juga: KPK Kembali Tangkap Tangan Terduga Maling Uang Rakyat di Jawa Timur
Pada Pilkada 2018, Puput Tantriana Sari maju untuk periode kedua berpasangan dengan Timbul Prihanjoko. Keduanya mengalahkan rivalnya, Salim Qurays dan Kusnadi, dengan selisih 60 ribu suara.