Ini Penjelasan Tradisi Menghidupkan Malam Nisfu Sya’ban

photo author
Agus Hermanto, TitikTemu.co
- Selasa, 15 Februari 2022 | 08:34 WIB
Faruq Hamdi, Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail PWNU DKI Jakarta dan Staf Komisi Dakwah MUI Pusat. (pic. kemenag)
Faruq Hamdi, Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail PWNU DKI Jakarta dan Staf Komisi Dakwah MUI Pusat. (pic. kemenag)

TITIKTEMU.COSekretaris Lembaga Bahtsul Masail PWNU DKI Jakarta sekaligus Staf Komisi Dakwah MUI Pusat, Faruq Hamdi pernah menulis seputar Bulan Sya'ban.

Menurutnya Sya’ban merupakan bulan yang di dalamnya terdapat berbagai peristiwa bersejarah.

Baca Juga: Doa Agar Anak Saleh dan Salehah. Lengkap dengan Huruf Arab dan Latin. Sering Dipanjatkan Nabi Ibrahim

Baca Juga: Segera Terbit Sertifikat Halal Vaksin Merah Putih

Peristiwa berpindahnya arah kiblat dari Masjidil Aqsha Palestina menuju Kabah (QS. al-Baqarah: 144) terjadi di bulan Sya'ban.

Turunnya ayat yang menganjurkan untuk membaca shalawat (QS. al-Ahzab: 56) di bulan Sya'ban. Diangkatnya catatan amal manusia juga di bulan Sya'ban.

Baca Juga: Keutamaan Rajab dan Hukum Berpuasa Menurut Imam 4 (Empat) Mazhab

Menelisik dari segi linguistik, al-Imam ‘Abdurrahman al-Shafury dalam kitab "Nuzhat al-Majalis wa Muntakhab al-Nafa’is" mengatakan bahwa kata Sya'ban merupakan singkatan dari huruf shin yang berarti kemuliaan (al-syarafu), huruf 'ain yang berarti derajat dan kedudukan yang tinggi atau terhormat (al-‘uluw), huruf ba' yang berarti kebaikan (al-birr), huruf alif yang berarti kasih sayang (al-ulfah), dan huruf nun yang berarti cahaya (an-nur).

Menjadi tradisi umat Islam Indonesia menghidupkan malam Nisfu Sya'ban atau pertengahan bulan Sya'ban dengan ibadah.

Pada malam Nisfu Sya'ban, umat Islam membaca Surat Yasin sebanyak 3 x yang dilanjutkan dengan berdoa.

Baca Juga: Rumah di Gaza Hancur Tak Padamkan Semangat Mohammad untuk Kuliah di Universitas Lampung

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan al-Dailami, Imam 'Asakir, dan al-Baihaqy, Rasulullah Saw bersabda:

Khomsu layaalin laa turaddu fiihinna ad-da'watu. Awwalu lailatin min Rajaba wa lailatun-nishfi min sya'baana wa lailatul jum'ati wa lailatayil-'iidaini

Artinya: "Ada 5 malam di mana doa tidak tertolak pada malam-malam tersebut, yaitu: malam pertama bulan Rajab, malam Nisfu Sya’ban, malam jumat, malam Idul Fitri dan malam Idul Adha."

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Agus Hermanto

Sumber: Kemenag

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X