TITIKTEMU.CO KALTIM - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo bersama para Wakil Ketua MPR RI, meninjau progres pembangunan Bendungan Sepaku Semoi, di Desa Tengin Baru, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur.
Konstruksi bendungan mulai dibangun sejak Juli 2020, progres fisiknya kini telah mencapai lebih dari 30 persen. Ditargetkan selesai pada Desember 2023.
Baca Juga: INFO LOKER: BPJAMSOSTEK Buka Lowongan Kerja untuk Usia 45 Tahun ke Atas, Mari Klik Segera!
Saat mengecek bendungan Kamis (28/1), rombongan pimpinan MPR didampingi Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, serta Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara
"Bendungan ini bisa memenuhi kebutuhan air bersih di Kalimantan Timur sekaligus juga Ibu Kota Nusantara (IKN) karena mampu menyiapkan air baku mencapai 2.500 liter/detik serta mereduksi banjir sekitar 53 persen,” ujar Bamsoet.
Baca Juga: 4 Shio Ini Kurang Beruntung di Tahun Macan Air, Shio Apa Saja?
Spesifikasi teknis bendungan, tambahnya, memiliki total kapasitas daya tampung mencapai 10,06 juta m3, luas genangan 280 Ha, tipe bendungan urugan tanah homogen, tinggi bendungan 25 meter dari pondasi, panjang bendungan 450 meter, dengan lebar mercu 60 meter.
Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komisi III DOR RI ini menjelaskan, selain Bendungan Sepaku Semoi, pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR juga telah menyiapkan sumber air bersih dari Bendungan Batu Lepek yang berlokasi di Kabupaten Kutai Kartanegara. Selain juga membangun intake dari Sungai Sepaku dengan kapasitas 3.000 liter per detik.
"Melengkapi berbagai infrastruktur yang selama ini menjadi sumber pengambilan air bersih di Kalimantan Timur. Antara lain berasal dari Bendungan Manggar di Balikpapan dengan kapasitas tampung 14,2 juta m3, Bendungan Teritip di Balikpapan (2,43 juta m3), Embung Aji Raden di Balikpapan (0,49 juta m3), Bendungan Samboja di Kutai Kartanegara (5,09 juta m3), Intake Kalhol Sungai Mahakam (0,02 juta m3), dan Bendungan Lempake di Samarinda (0,67 juta m3)," jelas Bamsoet.
Baca Juga: 22 Jadwal Laga Ditunda, Liga Premier Ubah Aturan Soal Covid 19 untuk Menunda Pertandingan
Ditambahkan, secara keseluruhan akan ada 14 bendungan yang disiapkan untuk penyediaan air bersih di IKN dan Kalimantan Timur pada umumnya. Ketika seluruhnya selesai, akan tersedia sumber air bersih berlimpah yang mampu menopang kebutuhan lebih dari 24 juta penduduk Kalimatan Timur.
Dengan proyeksi jumlah penduduk IKN mencapai 4,5 hingga 6 juta jiwa. ***
Artikel Terkait
RUU Ibu Kota Negara Selesai, Pemimpin Ibu Kota Baru Tidak Dipilih Lewat Pilkada
Siap-Siap, Ibu Kota Baru Indonesia di Kaltim, Akan Pindah pada Semester 1 Tahun 2024
Nusantara Nama Ibu Kota Negara Baru Pilihan Presiden Joko Widodo dari 80 Usulan Nama
Penamaan Ibu Kota Negara Baru, Sejarawan UGM: Nama “Nusantara” Lebih Merujuk pada Wilayah Luar Jawa
Daerah Setingkat Provinsi, Kepala Otorita Ibu Kota Negara Baru Nusantara Menjabat Lima Tahun
Gubernur Isran Noor: Tak Ada Penolakan Masyarakat terkait Penetapan Benua Etam Jadi Ibu Kota Negara!
Menteri Basuki: Ibu Kota Negara Pindah akan Bentuk Peradaban Baru