MENANTI KABUL BARU

photo author
Redaksi TITIKTEMU, TitikTemu.co
- Kamis, 2 September 2021 | 16:17 WIB
Penampilan gadis Afghanistan dengan burqanya (Pic. pixabay. com)
Penampilan gadis Afghanistan dengan burqanya (Pic. pixabay. com)

Baradar pada tahun 2010 ditangkap dan ditahan Pakistan. Tetapi, atas desakan AS pada tahun 2018, Baradar dibebaskan dan tinggal di Qatar.

 

Selain Baradar, ada Sirajuddin Haqqani yang pernah diburu-buru CIA. Dinas Intelijen AS ini menawarkan hadiah lima juta dollar AS bagi siapa saja yang berhasil menangkapnya. Haqqani memimpin jaringan Haqqani, yang disebut-sebut sebagai kelompok teror. Ia juga mengepalai urusan strategi militer Taliban dan sekarang bertanggung jawab atas keamanan Kabul.

 

Sirajuddin Haqqani adalah anak Jalaluddin Haqqani tokoh mujahidin pada tahun 1980-an dan disebut-sebut sebagai mentor dan teman Osama bin Laden. Karena itu, sejumlah berita menyebut Sirajuddin Haqqani memiliki hubungan dekat dengan al-Qaeda.

 

Washington menuding jaringan Haqqani bertanggung jawab atas serangkaian serangan bom. Misalnya, serangan terhadap Kabul International Hotel (2011), serangan bom bunuh diri di Kedutaan India. Jaringan ini juga disebut menyerang Kedubes AS di Kabul tahun 2011.

 

Yang menarik, meski dicap sebagai “otak segala bentuk teror”, Haqqani pada 20 Februari 2020 (artinya sebelum kesepakatan Doha, ditandatangani 29 Februari 2020), menulis opini di New York Times,  berjudul What We, the Taliban, Want. 

 

Dalam opininya, ia menyatakan, “pembunuhan dan pemotongan tangan harus dihentikan.”

Lewat artikel itu, Haqqani mencitrakan dirinya sebagai “telah berubah”, menyingkiri jalan pedang, dan memilih jalan damai. Betulkan demikian, dalam pemerintahan baru nanti?

 

Tokoh ketiga adalah Mullah Yaqood anak Mullah Omar. Sebagai deputi, tugas Mullah Yaqood sebagai komandan lapangan gerakan Taliban. Antonio Giustozzi dari Royal United Services Institute di London, menyebut Mullah Yaqood sebagai tokoh dari kubu moderat yang mendukung perundingan pengakhiran perang. Ia satu kubu dengan Baradar, yang menjadi kepala perunding Taliban dengan AS.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Tags

Rekomendasi

Terkini

DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE PUN DIANGKAT MENJADI MENTERI

Kamis, 18 September 2025 | 07:57 WIB

TERIMA KASIH SRI MULYANI DAN SELAMAT DATANG PURBAYA

Selasa, 9 September 2025 | 05:51 WIB

KETIKA PUISI MENJADI SAKSI ZAMAN Oleh: DENNY JA

Senin, 26 Mei 2025 | 18:04 WIB
X