MENANTI KABUL BARU

photo author
Redaksi TITIKTEMU, TitikTemu.co
- Kamis, 2 September 2021 | 16:17 WIB
Penampilan gadis Afghanistan dengan burqanya (Pic. pixabay. com)
Penampilan gadis Afghanistan dengan burqanya (Pic. pixabay. com)

MENANTI KABUL BARU

oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku

 

I

 

Juli lalu, seorang komedian Afganistan, Zahar Mohammad yang lebih dikenal dengan nama Khasha Zwan, menjadi sangat terkenal di negeri itu, karena lelucon-leluconnya mengejek Taliban. Tetapi, keterkenalannya itu tidak membawa keberuntungan; justru sebaliknya. Suatu hari, tanpa ba-bi-bu, Khasha Zwan diseret dari rumahnya dan ditembak mati, bahkan dipenggal kepalanya oleh Taliban.

 Kisah Khasha Zwan mengingatkan, peristiwa hampir serupa. Pada tahun 1940, Adolf Hitler menjatuhkan hukuman mati terhadap Charlie Chaplin dan Three Stooges secara in absentia. Charlie Chaplin dihukum mati karena film drama komedi The Great Dictator yang dibintanginya. Dan, Three Stooges (Moe Howard, Larry Fine, dan Curly Howard) sebuah kelompok komedi slapstick, karena film  You Nazty Spy. Mereka dianggap mengolok-olok Hitler.

 Kini Taliban—yang sering digambarkan sebagai wajah “zaman kegelapan” Afganistan, 1996-2001—berkuasa. Apakah mereka akan tetap berwajah sama dengan ketika berkuasa dalam Rezim Taliban Jilid Pertama: menindas kaum perempuan secara brutal, juga terhadap kelompok etnik serta agama minoritas?

 

Afghanistan
Afghanistan (pic. dreamlines.com)

 

Atau, apakah mereka akan menampilkan wajah yang berbeda, karena menyadari kesalahan mereka dahulu ketika berkuasa,? Atau bagaikan “anggur lama botol baru”, bersembunyi di balik kesalehan pakaian, seperti yang dikhawatirkan banyak orang—termasuk orang-orang Afganistan yang buru-buru meninggalkan negerinya begitu Taliban masuk Kabul—masyarakat dunia saat ini?

Dua puluh tahun lalu ketika berkuasa, hanya tiga negara yang mengakuinya: Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Pakistan. Tetapi, Arab Saudi lalu menangguhkan hubungan diplomatiknya setelah pemimpin Taliban (ketika itu) Mullah Amuhammad Omar melanggar kesepakatan yakni menolak menyerahkan Osama bin Laden, pemimpin al-Qaeda, pada Agyustus 1998. 

 

Kalau mereka kembali berkuasa seperti 20 tahun lalu, maka akan sulit memperoleh pengakuan internasional sebagai rezim yang berkuasa di Kabul. Selain itu, mereka juga akan menghadapi perlawanan bersenjata dari kelompok lain, seperti sekarang ini, yang menolak ideologi Taliban dan berbeda haluan politik.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Tags

Rekomendasi

Terkini

DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE PUN DIANGKAT MENJADI MENTERI

Kamis, 18 September 2025 | 07:57 WIB

TERIMA KASIH SRI MULYANI DAN SELAMAT DATANG PURBAYA

Selasa, 9 September 2025 | 05:51 WIB

KETIKA PUISI MENJADI SAKSI ZAMAN Oleh: DENNY JA

Senin, 26 Mei 2025 | 18:04 WIB
X