MENANTI KABUL BARU

photo author
Redaksi TITIKTEMU, TitikTemu.co
- Kamis, 2 September 2021 | 16:17 WIB
Penampilan gadis Afghanistan dengan burqanya (Pic. pixabay. com)
Penampilan gadis Afghanistan dengan burqanya (Pic. pixabay. com)

Dalam pertarungan itu muncul nama-nama tokoh Taliban. Mereka antara lain Mullah Mohammad Yaqood (anak Mullah Omar), mantan tahanan Guantanamo yakni Mullah Abdul Qayyun Zakir, Mullah Sherin, dan Sirajuddin Haqqani (penguasa jaringan Haqqani yang memiliki hubungan dengan al-Qaeda).

 

Tetapi, yang akhirnya muncul sebagai pemimpin tertinggi adalah Akhundzada. Ia dikenal sebagai tokoh low-profile; dan dikenal sebagai tokoh spiritual, ulama ketimbang komandan militer. Setelah Akhundzada memimpin Taliban, pemimpin al-Qaeda, Ayman al-Zawahiri menyatakan sumpah setia padanya (2017). Ketika  Taliban merebut Kabul (15 Agustus 2021), pemimpin senior al-Qaeda mengucapkan selamat dalam sebuah pernyataan dua lembar  yang dipublikasikan di As Sahab (media utama al-Qaeda) dalam bahasa Arab dan Inggris.

 

Akhundzada yang lahir pada tahun 1961 di Panjwayi, Kandahar, di zaman awal Taliban menjadi deputi Mullah Omar, dan orang kepercayaannya. Ia pernah dipercaya memimpin pengadilan militer di Kandahar dan Nangarhar. Ketika Taliban bekuasa, Akhundzada diangkat menjadi deputi kepala mahkamah agung.

 

Setelah rezim Taliban disingkirkan AS, Akhundzada menjadi kepala dewan ulama. Maka itu, reputasinya sebagai ulama lebih menonjol ketimbang sebagai komandan militer. Itulah sebabnya, Akhundzada diberi  tugas untuk mengeluarkan fatwa dan mengatasi persoalan-persoalan agama di antara anggota Taliban.

 

III

.

Kini Akhundzada mengendalikan Taliban, yang disebut sebagai “neo-Taliban”; yang lebih terbuka dalam hal keanggotaan, tidak hanya terbatas dari etnik Pashtun, seperti di awal mula; yang sudah bersentuhan bahkan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi moderen (canggih) yang dahulu ditabukan; yang mengubah strategi dan taktik dalam gerakannya; yang memperluas jejaringnya; yang sejak tahun 2006 membuat “pemerintah bayangan.”

 

Karena ia tidak pernah muncul, maka kendali Taliban sehari-hari didelegasikan kepada tiga deputinya: Mullah Abdul Ghani Baradar (generasi pertama Taliban dan dikenal sebagai tangan kanan Mullah Omar) yang bertanggung jawab urusan politik dan luar negeri.

Baradar-lah yang mengepalai kantor politik Taliban di Doha, dan menjadi saksi penandatanganan perjanjian dengan AS. Baradar juga dikenal  memiliki keahlian berpolitik, pandai berdiplomasi, pragmatis. Dialah yang disebut-sebut pada tahun 2001 sudah mendekati Hamid Karzai. 

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Tags

Rekomendasi

Terkini

DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE PUN DIANGKAT MENJADI MENTERI

Kamis, 18 September 2025 | 07:57 WIB

TERIMA KASIH SRI MULYANI DAN SELAMAT DATANG PURBAYA

Selasa, 9 September 2025 | 05:51 WIB

KETIKA PUISI MENJADI SAKSI ZAMAN Oleh: DENNY JA

Senin, 26 Mei 2025 | 18:04 WIB
X