MENANTI KABUL BARU

photo author
Redaksi TITIKTEMU, TitikTemu.co
- Kamis, 2 September 2021 | 16:17 WIB
Penampilan gadis Afghanistan dengan burqanya (Pic. pixabay. com)
Penampilan gadis Afghanistan dengan burqanya (Pic. pixabay. com)

 

Kelompok bersenjata—di luar Taliban—sekarang lebih terorganisasi,  tidak hanya terorganisir, diperlengkapi, dan dilatih dengan lebih baik daripada tahun 2001, dan memiliki jaringan yang lebih erat dengan pendukung internasional. Rakyat Afghanistan pun, yang sekarang sudah terbiasa dengan internet dan terhubung dengan dunia luar, akan jauh lebih sulit dikendalikan.

 

II

Seperti apakah Rezim Taliban Jilid Dua nanti? Ini akan sangat tergantung pada tokoh sentral mereka. Yakni pemimpin tertinggi Taliban Mawlawi Hibatullah Akhundzada, yang hingga kini masih “misterius”, belum tampil.

Suasana gurun di Afghanistan dengan militer yang berkegiatan
Suasana gurun di Afghanistan dengan militer yang berkegiatan (Pic. pixabay.com)

 

Tokoh generasi pertama Taliban ini—ikut mendirikan Taliban pada tahun 1994 bersama Omar Mullah di Kandahar—adalah pemimpin tertinggi Taliban yang ketiga.

 

Pemimpin pertama Taliban Omar Mullah meninggal tahun 2013, tetapi baru diumumkan tahun 2015; yang kedua adalah Mullah Akhtar Mansour (yang tewas dalam serangan udara AS dengan menggunakan drone, dalam perjalanan dari Iran menuju Taftan, kota perbatasan Pakistan, pada tanggal 21 Mei 2016).

 

Akhundzada mulai memimpin tahun 2016, ketika Taliban menghadapi krisis perpecahan. Ia seperti para dua pendahulunya—sesuai dengan tradisi Taliban yang “menyembunyikan” pemimpinnya—tak pernah tampil. Dahulu, Mullah Omar jarang pergi ke Kabul, ketika Taliban berkuasa. Ia tetap tinggal di  Kandahar, tempat kelahiran Taliban.  Walau tidak tinggal di Kabul, kata-katanya yang dikeluarkan di Kandahar adalah hukum yang harus ditaati.

 

Ada pendapat bahwa ketidak-munculan Akhundzada karena alasan keamanan. Ini berangkat dari pengalaman pendahulunya, Mullah Mansour yang tewas dalam serangan udara. Setelah Mullah Mansour tewas, terjadi pertarungan kekuasaan untuk memperebutkan posisi puncak itu. Saat itulah, terungkap bahwa ternyata Mullah Omar sudah meninggal.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Tags

Rekomendasi

Terkini

DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE PUN DIANGKAT MENJADI MENTERI

Kamis, 18 September 2025 | 07:57 WIB

TERIMA KASIH SRI MULYANI DAN SELAMAT DATANG PURBAYA

Selasa, 9 September 2025 | 05:51 WIB

KETIKA PUISI MENJADI SAKSI ZAMAN Oleh: DENNY JA

Senin, 26 Mei 2025 | 18:04 WIB
X