opini

'CERITA LUHUT DI KEDAI KOPI', Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku

Selasa, 19 Juli 2022 | 11:20 WIB
Bersama Dubes Indonesia untuk Vatikan, Agus Sriyono dan istri, di kafe tertua di Roma, yang didirikan tahun 1760, Antico Caffe Greco di Via dei Condotti. (Istimewa)

"CERITA LUHUT DI KEDAI KOPI"

Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku

TITIKTEMU.CO - Pagi itu, saya ngopi di “Morning Bakery”, Batam, atas saran Luhut, teman lama yang tinggal di kota itu. Orang lebih biasa menyebutnya kedai kopi. Karena kedai kopi, maka kopi dengan segala macam variannya, menjadi menu minuman utamanya.

Kata sejarah, istilah kafe, kedai kopi berasal dari Turki. Kedai kopi pertama kali didirikan di Istanbul–yang sebelumnya bernama Constantinopel, ibu kota Kekaisaran Romawi Timur–pada tahun 1475. Kiva Han nama kedai kopi pertama itu. Kata kafe berasal dari bahasa Turki yakni kahve, yang berarti kopi.

Dari Istanbul menyebar ke seluruh dunia. Kedai kopi, coffeehouse pertama di Eropa didirikan pada tahun 1600-an di Venesia, Italia; lalu di Oxford, Inggris (1650) oleh seorang pengusaha Yahudi, Jacob Evelyn yang disebutnya warung “Malaikat.”

Baca Juga: Kecelakaan Maut Truk Pertamina: 11 Orang Meninggal, 2 Jenazah Suami-Istri Teridentifikasi

Oxford dipilih, karena sebagai kota universitas di kota itu banyak calon penyair, penulis, dan cendikiawan, yang kemudian menjadikan kafe sebagai tempat untuk ngobrol, berdebat, berdiskusi, dan menulis. Dari Oxford menular ke London, 1652 (cafereality.co.uk). Di kedai-kedai kopi lah banyak hal diobrolkan, didiskusikan, bahkan direncanakan.

***

 

Sejarah menceritakan, sejak zaman Kekaisaran Ottoman (Utsmaniyah) hingga Revolusi Amerika (1765-1783) dan Perancis (1789-1799) kedai kopi menjadi tempat munculnya ide-ide baru, gagasan-gagasan baru, yang akhirnya memicu pecahnya revolusi.

Dari Kekaisaran Ottoman hingga Revolusi Amerika dan Perancis, serta Arab Spring, kedai kopi menawarkan tempat bagi orang-orang yang sadar, yang waras untuk mendiskusikan gelombang pemikiran baru.

Baca Juga: Kecelakaan Maut Truk Pertamina: 11 Orang Meninggal, 2 Jenazah Suami-Istri Teridentifikasi

Akibatnya, Murad oğlu Ahmed atau Murad IV (1612-1640) penguasa Kekaisaran Ottoman (1623-1640), misalnya, menghukum mati para peminum kopi. Sebab, kakak dan paman Murad IV dibunuh oleh tentara dari unit infanteri yang sering nongkrong dan ngopi di kedai kopi.

Raja Inggris, Charles II mengirim mata-mata untuk menyusup ke kedai kopi London. Sebab, ia melihat kedai kopi sebagai sumber penyebaran palsu berita palsu, hoaks yang membahayakan kekuasaannya. Selama Masa Fajar Budi, François-Marie Arouet atau Voltaire (1694-1778), Jean-Jacques Rousseau (1712-1778), dan Isaac Newton (1643-1727) kerap ngobrol dan berdiskusi di kedai kopi.

Sejarah juga bercerita kafe-kafe di Paris melindungi kaum revolusioner yang merencanakan penyerbuan penjara Bastille. Di kedai kopilah para penulis dan filsuf kondang seperti Simone de Beauvoir (1908-1986) dan Jean-Paul Sartre (1905-1980) merencanakan buku-buku terbaru mereka.

Halaman:

Tags

Terkini

DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE PUN DIANGKAT MENJADI MENTERI

Kamis, 18 September 2025 | 07:57 WIB

TERIMA KASIH SRI MULYANI DAN SELAMAT DATANG PURBAYA

Selasa, 9 September 2025 | 05:51 WIB

KETIKA PUISI MENJADI SAKSI ZAMAN Oleh: DENNY JA

Senin, 26 Mei 2025 | 18:04 WIB