Ketika itu, Soeharto adalah ketua GNB. Dia berharap bahwa kunjungannya itu–selain sebagai bentuk perhatian, simpati, dan kepedulian pada umat Muslim Bosnia yang menjadi obyek serangan etnis lainnya–dapat memberikan sumbangan pada perdamaian, menjadi penengah konflik (Sjafrie Sjamsoeddin dalam buku Pak Harto, The Untold Stories 2011).
Presiden Abdurrahman Wahid pun, tidak berbeda dengan Soekarno: mendukung hak bangsa Palestina untuk menentukan nasibnya sendiri (right to self-determination). Selain itu, Gus Dur yang selalu menekankan pentingnya perdamaian, kemanusiaan, toleransi beragama dan pluralisme, juga bertindak sebagai pelopor perdamaian Israel-Palestina
Gus Dur menempuh jalan yang berbeda dalam mendukung bangsa Palestina. Ia tidak hanya beretorika, tetapi mengunjungi Israel dan Palestina serta bertemu dengan para pemimpinnya. Berkali-kali Gus Dur menemui mereka. Gus Dur juga mendukung Kesepakatan Oslo 1993.
Usaha untuk ikut ambil bagian menciptakan perdamaian dunia sesuai amanat konstitusi juga dilakukan oleh Presiden Megawati Soekarnoputri. Presiden kelima ini, dipercaya oleh pemerintah Korea Selatan untuk menjadi utusan khusus mengupayakan terciptanya perdamaian abadi antara Korea Selatan dan Utara (Kontan.co.id).
Permintaan itu disampaikan Kim Seok-Ki, Wakil Ketua DPR dan Sekretaris Presiden Korsel, ketika Megawati menghadiri pelantikan Presiden Yoon Suk-yeol (Mei 2022).
Kim Seok-Ki mengatakan, pemerintah dan rakyat Korsel memandang Megawati sebagai tokoh dunia penting yang merupakan sedikit tokoh yang diterima di Korea Utara dan Korea Selatan.
Baca Juga: MENGENANG ERIL (1): Keluarga Ridwan Kamil Kini Mencari Makna Kehidupan dan Menata Hati
Megawati memiliki kedekatan personal, kultural dan sejarah dengan Korea Utara terkait dengan hubungan baik yang dijalin ayahnya, Presiden Soekarno dengan pemimpin Korea Utara waktu itu Kim Ill Sung.
Megawati pernah melakukan kunjungan dramatik dan historis ke Korea Utara–yang oleh Presiden AS George W Bush disebut sebagai anggota “poros setan”–pada 28 – 30 Maret 2002.
Ia ke Pyongyang bertemu pemimpin Korut, Kim Jong Il. Ini pertemuan kedua bagi mereka. Pertemuan pertama pada 1965. Saat itu, Kim Jong Il ikut ayahnya, Kim Il Sung berkunjung ke Indonesia.
Baca Juga: Beasiswa LPDP 2022 tahap 2 Sudah Dibuka. Tenggat 5 Agustus 2022. Simak Cara Daftarnya di Sini.
Perhatian terhadap perdamaian Palestina juga diberikan ole Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Pada 31 Juli 2014, SBY membuat surat terbuka yang dimuat dalam bahasa Inggris di Harian Strait Times terkait konfik Palestina-Israel.
Dalam suratnya, SBY menyatakan prihatin terhadap tragedi kemanusiaan di Jalur Gaza. Ia meminta kepada berbagai pihak yang berkonflik untuk segera mengakhiri pertikaian mereka, dan menempuh jalan damai segera, tanpa menunda-nunda.