opini

HIKAYAT CELENG Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku

Minggu, 17 Oktober 2021 | 13:54 WIB
Celeng atau Babi Hutan (pixabay.com)

Baca Juga: Manchester United Babak Belur Dihajar Leicester City di King Power Stadium

Yang ada hanyalah kebisingan, hirup-pikuk, kegaduhan, Bung. Orang lagi enak-enak menikmati hidup karena level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) diturunkan, tiba-tiba muncul celotehan dari tokoh politik, ya tokoh yang sekadar mencari perhatian, atau melunasi janji kepada para konstituennya.

Masyarakat juga diganggu gonjang-ganjing yang terjadi dalam tubuh partai, misalnya urusan AD/ART.  Padahal, itu urusan mereka sendiri. Urusan rakyat sekarang adalah bagaimana lolos dari pandemi Covid-19, dan memulihkan kehidupannya yang compang-camping karena pandemi.

Ah, ya sudahlah Bung. Kita ikuti saja ke mana angin bertiup dan air mengalir.

Begitu, pesan sahabat lewat WA. Dan, pesan itu tidak pernah saya balas. Saya memilih mengikuti sarannya untuk mengikuti ke mana angin bertiup dan air mengalir, sambil mengikuti bagaimana akhir kisah celeng itu: setragis celeng-nya Djoko Pekik yang diusung dua lelaki kurus  atau sebahagia massa rakyat yang menonton celeng raksasa Djoko Pekik.***

Sumber: https://triaskun.id/2021/10/16/hikayat-celeng/

 

Halaman:

Tags

Terkini

DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE PUN DIANGKAT MENJADI MENTERI

Kamis, 18 September 2025 | 07:57 WIB

TERIMA KASIH SRI MULYANI DAN SELAMAT DATANG PURBAYA

Selasa, 9 September 2025 | 05:51 WIB

KETIKA PUISI MENJADI SAKSI ZAMAN Oleh: DENNY JA

Senin, 26 Mei 2025 | 18:04 WIB