Baca Juga: Manchester United Babak Belur Dihajar Leicester City di King Power Stadium
Yang ada hanyalah kebisingan, hirup-pikuk, kegaduhan, Bung. Orang lagi enak-enak menikmati hidup karena level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) diturunkan, tiba-tiba muncul celotehan dari tokoh politik, ya tokoh yang sekadar mencari perhatian, atau melunasi janji kepada para konstituennya.
Masyarakat juga diganggu gonjang-ganjing yang terjadi dalam tubuh partai, misalnya urusan AD/ART. Padahal, itu urusan mereka sendiri. Urusan rakyat sekarang adalah bagaimana lolos dari pandemi Covid-19, dan memulihkan kehidupannya yang compang-camping karena pandemi.
Ah, ya sudahlah Bung. Kita ikuti saja ke mana angin bertiup dan air mengalir.
Begitu, pesan sahabat lewat WA. Dan, pesan itu tidak pernah saya balas. Saya memilih mengikuti sarannya untuk mengikuti ke mana angin bertiup dan air mengalir, sambil mengikuti bagaimana akhir kisah celeng itu: setragis celeng-nya Djoko Pekik yang diusung dua lelaki kurus atau sebahagia massa rakyat yang menonton celeng raksasa Djoko Pekik.***
Sumber: https://triaskun.id/2021/10/16/hikayat-celeng/