Baca Juga: Ini Dia Gerakan Pembagian 10 Juta Bendera Di Yogyakarta
Melawan mereka yang korup dan bermental korup, yang tidak toleran, yang mengobarkan terorisme, yang mementingkan dirinya sendiri, keluarga, dan kelompoknya, yang mengancam persatuan dan kesatuan, yang menebarkan kebencian, yang menyebarkan kabar bohong dan fitnah, yang menyemai benih-benih perpecahan bangsa dengan segala macam cara yang busuk; melawan ketidakadilan, penindasan, pelecehan harkat dan nilai-nilai kemanusiaan, melawan kebodohan dan pembodohan, kemiskinan dan pemiskinan....
Lalu, cita-cita Indonesia seperti apakah yang hendak dan harus diwujudnyatakan.
Sebuah Indonesia Baru!
Indonesia baru adalah abstraksi tentang sejumlah keinginan idealistik seperti halnya empat cita-cita nasional dalam Pembukaan UUD 1945. Mungkinkah Indonesia Baru itu akan terwujud, nanti saat negara ini berusia 100 tahun? Langkah untuk mewujudkan cita-cita itu sudah dimulai. Babakan baru sudah mulai dikerjakan.
Baca Juga: Presiden Jokowi Sampaikan Pidato Kenegaraan Berbusana Adat Tanimbar
Perubahan-perubahan yang baik harus terus dilakukan.
Perubahan harus dimotori pemimpin. Sangat tidak mungkin rakyat mau berubah jika pemimpin tidak memberi stimulasi adanya perubahan. Pemimpin adalah penghela perubahan ke arah kualitas dan kuantitas kehidupan.
Hanya pemimpin pemberani-lah yang berdiri di depan menghela perubahan. Sebab, kata Mahatma Gandhi, seorang pengecut tidak mampu menunjukkan cinta (cinta pada rakyatnya, negara bangsanya). Itu adalah hak prerogatif pemberani.
Dirgahayu Indonesia. Berkibarlah Indonesiaku!***
Sumber: https://www.triaskredensialnews.com/kredensial/berkibarlah-benderaku-1/
Artikel Terkait
'PESAN SINGKAT DI HARI JUMAT' Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku
'Visi-Aktualisasi Pancasila' Oleh: Yudi Latif, Pengurus Aliansi Kebangsaan
'PERAIRAN INDONESIA DARURAT SAMPAH' Oleh: Ramadhan Wibisono (News Producer INDOSIAR SCTV)
"MENANTI TERANG BULAN' Oleh Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku
Rancangan Perpres Soal Publisher Rights, Langkah Anti Demokrasi
Internasional AirPorts: Antara Madu atau Racun?