Internasional AirPorts: Antara Madu atau Racun?

photo author
Redaksi TITIKTEMU, TitikTemu.co
- Kamis, 10 Agustus 2023 | 19:23 WIB
Bandara Frans Kaisiepo di Papua (papua.us)
Bandara Frans Kaisiepo di Papua (papua.us)

Internasional AirPorts: Antara Madu atau Racun?

Oleh: Ari Askhara , Pengamat Industri Penerbangan

Kita semua percaya air connectivity (konektivitas udara) sangat berpengaruh mengembangkan industri pariwisata baik secara International maupun domestik. Selain itu dengan berkembangnya e-commerce yang membutuhkan kecepatan delivery logistik, peran AirPorts sangatlah krusial.

Kehadiran international airport oleh banyak kalangan, khusus nya regulator dan kementerian, dinilai akan sangat signifikan menumbuhkan trafik orang guna menunjang industri pariwisata khususnya mendatangkan pariwisata dari luar negeri. Apakah sepenuhnya benar anggapan tersebut ataukah itu hanya latah atas teori air connectivity yang didengungkan oleh asing ?

Baca Juga: 5 Tempat Wisata di Raja Ampat. Nomor 3 Tidak Disarankan Bagi Mereka yang Memiliki Riwayat Jantung

Tidak sepenuhnya salah, namun apabila kita masih bicara akan, dimana kata “akan” penuh dengan ketidakpastian dan memang harus dicoba kebenarannya .

Bandara Internasional di Indonesia: Nasibmu kini
Kita lihat banyak Bandara-bandara Internasional dibuka dalam kurun waktu 2014-2019, tercatat oleh penulis ada 32 bandara Internasional di buka.

 

Tidak tahu apakah memang itu merupakan rencana pemerintah untuk membuka akses guna mempermudah turis asing mengunjungi daerah2 destinasi pariwisata domestik ataukah hanya komoditas politik daerah para Bupati dalam memenangkan hati rakyat untuk menaikkan gengsi daerah dengan mempunyai Bandara Internasional.

Baca Juga: Agustus, Bandara Ahmad Yani Layani Penerbangan Umrah Rute Semarang – Madinah

Bisa dibuktikan, bandara2 internasional tersebut hanya kebanyakan melayani rute ke Singapore dan Kuala Lumpur. Tidak ada ditemukan jalur Sydney, Doha ataupun Dubai di kota2 tersebut.

Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.
Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. (Angkasa Pura II)

Buntutnya bisa kita katakan, dengan penyesalan, kita bangsa Indonesia membesarkan AirPort Changi dan Kuala Lunpur International menjadi gurita yang bertambah terminalnya setiap 3-5 tahun, sedangkan Indonesia, di AirPort Soekarno-Hatta, untuk mengoptimalkam Terminal 3 saja perlu effort luar biasa, dari 3 terminal, hanya Terminal 3 yang di gunakan untuk International itupun kurang dari 40% utilisasinya, sedangkan sisanya masih untuk penerbangan domestik.

Baca Juga: Bandara Soekarno Hatta Revitalisasi, Untuk Apa Lagi ?

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: Ari Askhara

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE PUN DIANGKAT MENJADI MENTERI

Kamis, 18 September 2025 | 07:57 WIB

TERIMA KASIH SRI MULYANI DAN SELAMAT DATANG PURBAYA

Selasa, 9 September 2025 | 05:51 WIB

KETIKA PUISI MENJADI SAKSI ZAMAN Oleh: DENNY JA

Senin, 26 Mei 2025 | 18:04 WIB
X