Baca Juga: Buah Naga , Diam Diam Punya Segudang Manfaat
Bahkan, tak jarang bandit-bandit pun menjelma menjadi malaekat yang penuh perhatian dan belas kasih. Wajah-wajah seperti malaekat muncul di mana-mana. Begitulah yang muncul ketika musim topeng tiba.
Maka itu, pada akhirnya, seperti kata David Runciman, kita harus menerima kemunafikan sebagai fakta politik. Kemunafikan adalah bagian penting dari sistem politik kita, terutama saat kita semakin terpolarisasi.
Ada dua jenis kemunafikan dalam politik. Pertama, kemunafikan di mana politisi berpura-pura peduli tentang sesuatu dan kemudian tidak melakukan apa-apa. Dan, kedua, kemunafikan di mana para politisi berpura-pura memikirkan sesuatu tetapi melakukan hal yang sebaliknya (The Guardian, 15/2/2020)
Hal itu terjadi, kata Herry-Priyono (2022) karena politik itu tidak lahir di Firdaus, tidak beroperasi dengan idealisme transendental. Orang yang lahir di Firdaus saja, jatuh ke dalam lembah dosa. Apalagi yang tidak.
Begitulah dunia politik, yang ketika musim topeng tiba, di mana-mana akan tampil penari topeng. Tapi, bukan topeng monyet. ***
Sumber: https://triaskredensialnews.com/kredensial/bukan-topeng-monyet/
Artikel Terkait
Hasil Survei Pemilu 2024 PRMN-Promedia: Mayoritas Responden Setuju Usia Ideal Presiden Rentang 30-49 Tahun
Mengejutkan! Hari Keempat Tahun 2023, Kemkominfo Sudah Tangani 1321 Hoaks Terkait Politik
CEO Promedia : Jurnalis Ingin Jadi Pengusaha Media, Wajib Berkolaborasi
Peresmian Jaringan Pemred Promedia (JPP): Media Harus Memiliki Sense of Nationality
Survei Indikator Politik: Jika Gandeng Erick Thohir, Prabowo atau Ganjar Akan Unggul