'BUKAN TOPENG MONYET' oleh Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku

photo author
Tim TITIK TEMU 01, TitikTemu.co
- Selasa, 16 Mei 2023 | 12:29 WIB
Topeng Monyet (deviantart.com)
Topeng Monyet (deviantart.com)

'BUKAN TOPENG MONYET'

oleh Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku

TITIKTEMU.CO - Beberapa hari lalu, saya bertemu beberapa kawan di sebuah warung makan di belakang Balai Kota Jakarta Selatan. Warung itu milik sahabat saya, Retno.

la hebat, setelah purnakarya tidak duduk manis, diam saja menikmati hari-harinya. Tidak! Tetapi, ia memilih bersibuk-sibuk mengisi hari-hari penuh makna: berwira usaha.

Baca Juga: Survei Indikator Politik: Jika Gandeng Erick Thohir, Prabowo atau Ganjar Akan Unggul

Retno, lebih senang tempat usahanya itu disebut, "warung makan", bukan kafe atau resto, atau restoran Mie Kinoy. Di bawah kata "Mie Kinoy" ada tulisan "Mie dibuat sendiri, setiap hari tanpa pengawet dan pewarna."

Sepertinya tulisan tersebut, biasa saja. Tapi itu bagian dari cara berpromosi bahwa mie yang dijualnya beda dengan mie di warung-warung makan lain.

Baca Juga: Bintang Sinetron Verrell Bramasta, Putra Venna Melinda Terjun ke Politik. Siap Ikut Pileg 2024!

Di zaman yang serba palsu-palsu ini, tulisan tersebut sangat lah penting artinya. Penuh makna. Sebab, sekarang ini, banyak yang palsu-palsu: beras palsu, mie palsu, telor palsu, KTP palsu, identitas palsu, sertifikat tanah palsu, ijazah palsu, uang palsu, rayuan palsu, janji palsu, situs internet palsu, link palsu, berita palsu, nabi palsu, bahkan ada politik palsu.

"PHP"-lah, istilah anak zaman sekarang: Pemberi Harapan Palsu atau sekarang malah sudah menjadi Politik Harapan Palsu.

Baca Juga: Sinopsis Film From Paris With Love, Aksi John Travolta Melawan Teroris

***

Topeng. Ilustrasi
Topeng. Ilustrasi (Istimewa)

Tapi, ya namanya politik maka orang sering mengatakan, "wajar" kalau ada yang palsu-palsu. Orang seperti memaklumi kalau dunia politik itu penuh kepalsuan. Panggung sandiwara, kata Ahmad Albar. Di sana, kata Andre Gamble (2019) From the sublime to the ridiculous is only one step, dari yang agung ke yang konyol hanya satu langkah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: triaskredensialnews.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE PUN DIANGKAT MENJADI MENTERI

Kamis, 18 September 2025 | 07:57 WIB

TERIMA KASIH SRI MULYANI DAN SELAMAT DATANG PURBAYA

Selasa, 9 September 2025 | 05:51 WIB

KETIKA PUISI MENJADI SAKSI ZAMAN Oleh: DENNY JA

Senin, 26 Mei 2025 | 18:04 WIB
X