Maka ada juga yang nyebut dunia politik itu dunia topeng. Dunia topeng adalah dunia kepalsuan. Karena membuang yang aseli, dan menampilkan yang palsu. Kata David Ranciman, dunia dua muka. Mungkin, malah banyak muka, seperti Rahwana yang berdasa muka.
Baca Juga: INFO LOKER : Rekrutmen Bersama BUMN hingga 20 Mei 2023, Pelamar Hanya Boleh mendaftar satu lowongan
Dalam dunia topeng, masing-masing topeng mewakili karakter atau watak tertentu, seperti manusia. Karakter topeng antara lain digambarkan dari warna, raut wajah, mata, mulut, dan sebagainya.
Ada topeng kelana, panji, rumyang, samba; paminda, tumenggung, Prabu Asmoro Bangun, dan Dewi Sekartaji, Bapang, dan Gunung Sari. Di Bali, ada topeng keras (sosok petarung), topeng tua (sosok sesepuh), topeng bondres (rakyat biasa), dan topeng ratu (kalangan bangsawan). Semua itu memiliki karakter sendiri-sendiri.
Baca Juga: Indonesia Lawan Thailand Hari Ini, Bisa Merebut Emas Sea Games?
Di Jepang, ada yang disebut topeng Oni. Topeng paling terkenal dalam dunia topeng Jepang ini menggambarkan wujud setan khas Jepang yang kemerahan, bergigi panjang, bertanduk, dan juga memiliki ekspresi wajah yang menyeramkan.
Jadi, topeng yang dipakai oleh seorang penari menunjukkan tokoh yang diperankannya; menutup wajah dan katakter aselinya. Misalnya, Topeng Tumenggung menggambarkan sosok seorang pemimpin yang mengayomi, membimbing dan menaungi rakyat dengan penuh kasih sayang. Siapa pun yang berada di dekatnya merasa sejahtera, aman, tenteram, dan damai.
Baca Juga: Booster Vaksin Kedua Digenjot Lagi, Kenapa ?
Sosok Tumenggung digambarkan dengan raut wajah yang tegas, mata tebelalak dan kumis yang semakin menunjukkan kegagahannya. Sosok tumenggung ini menunjukkan sikap kedewasaan seseorang.
Topeng Bapang menggambarkan karakter seorang tokoh jahat. Maka warna topeng ini merah yang melambangkan sifat pemarah dan jahat. Karakter topeng Bapang ini mirip-mirip dengan topeng Kelana.
Baca Juga: Harapan Gelar Arsenal Memudar, Setelah Kalah Tiga Gol Tanpa Balas oleh Brighton
Topeng Kelana berwarna merah tua. Ini untuk menggambarkan watak angkuh dan kejam. Mata membelalak. Mulut menyeringai. Kelana memiliki karakter yang penuh dengan dinamika dan hawa nafsu. Namun, gagah.
Topeng Panji Asmoro Bangun, contoh lain. Topeng ini menggambarkan tokoh protagonis yang mengatur naik turunnya konflik dalam suatu cerita. Warna hijau pada wajah melambangkan bahwa ia seorang yang baik hati. Sifat jujur, sabar, gesit dan perwira ditunjukkan oleh matanya yang berbentuk bulir padi.
Artikel Terkait
Hasil Survei Pemilu 2024 PRMN-Promedia: Mayoritas Responden Setuju Usia Ideal Presiden Rentang 30-49 Tahun
Mengejutkan! Hari Keempat Tahun 2023, Kemkominfo Sudah Tangani 1321 Hoaks Terkait Politik
CEO Promedia : Jurnalis Ingin Jadi Pengusaha Media, Wajib Berkolaborasi
Peresmian Jaringan Pemred Promedia (JPP): Media Harus Memiliki Sense of Nationality
Survei Indikator Politik: Jika Gandeng Erick Thohir, Prabowo atau Ganjar Akan Unggul