Tradisi Mandi Safar, 6 Anggota TNI di Pos Perbatasan Ikut Minta Dimandikan

photo author
Dwi Soewanto, TitikTemu.co
- Rabu, 22 September 2021 | 00:05 WIB
Enam Personel TNI Pos Koki Balai Karangan Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns,  Ikut Mandi Safar yang Diyakini  Bisa Cegah Dari Bahaya  di Dusun Balai Karangan 3, Desa Balai Karangan, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.( Foto : tniad.mil.id )
Enam Personel TNI Pos Koki Balai Karangan Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns, Ikut Mandi Safar yang Diyakini Bisa Cegah Dari Bahaya di Dusun Balai Karangan 3, Desa Balai Karangan, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.( Foto : tniad.mil.id )

 

 

TITIKTEMU.CO - SANGGAU - Enam personel Pos Koki Balai Karangan Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns, dipimpin Sertu Rizky Septu Angga menghadiri acara ritual budaya mandi Safar, di Dusun Balai Karangan 3, Desa Balai Karangan, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.

Keenam anggota TNI bagian pengamanan wilayah perbatasan ini, juga meminta dimandikan. Demikian itu dilaporkan Dansatgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns, Letkol Inf Hendro Wicaksono, S.I.P dalam keterangan tertulisnya di Makotis Entikong, yang dilansir TITIKTEMU.CO dari laman tniad.mil.id , Senin (20/9/2021).

Baca Juga: Ratusan Seniman Temanggung Ikuti Vaksinasi Dengan Kostum Panggung

Ritual Mandi Safar sendiri merupakan tradisi lama Melayu, yang hingga kini masih terjaga eksistensinya di Kabupaten Sanggau. Tradisi ini, sudah berlangsung sejak ratusan tahun silam dan digelar setiap tahun di bulan Safar dalam hitungan Tahun Hijriah.

Sesuai namanya, tradisi ini dilaksanakan dengan acara mandi dengan air khusus disertai ritual adat yang bertujuan untuk menolak bala. Konon, Tradisi Mandi Safar ini sudah dilaksanakan sejak zaman Sultan Riau-Lingga, Sultan Abdulrahman Muazamsyah yang memerintah tahun 1883-1911.

Baca Juga: Heboh Dikabarkan Meninggal Dunia, Ivan Gunawan: Panjang Umur untuk Penyebar Hoaks

 

Hendro Wicaksono menjelaskan, tradisi budaya mandi safar di Kabupaten Sanggau, merupakan salah satu kegiatan yang biasa dilakukan di beberapa daerah di Indonesia saat bulan Safar.

“ Budaya merupakan adat yag memiliki makna penting bagi sekelompok masyarakat. Budaya timbul karena manusia dan interaksi sesama manusia. Salah satunya yang berkembang di Indonesia seperti kegiatan ritual budaya pada bulan Safar ini, “ terang Dansatgas.

Dansatgas menambahkan, adat istiadat di setiap daerah memiliki keunikannya masing-masing, sehingga keberadaan Satgas di daerah penugasan harus mampu menghormati seluruh adat, budaya serta kearifan lokal tersebut, sekaligus ikut melestarikannya.

Baca Juga: Panglima TNI Ingatkan Santri dan Masyarakat Tetap Pakai Masker serta Disiplin Prokes

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ersha

Tags

Rekomendasi

Terkini

X