Resign bukan sekadar keputusan ekonomi. Ini juga keputusan mental.
Baca Juga: MK Putuskan Jakarta Tetap Jadi Ibu Kota, Benarkah IKN Batal? Ini Fakta Terbaru Pembangunan Nusantara
Jadi, Berapa Penghasilan Sampingan yang Ideal?
Jika harus diringkas dalam satu angka praktis, target yang cukup aman adalah:
- Penghasilan sampingan mencapai 60–80 persen biaya hidup bulanan.
- Konsisten minimal 6 bulan berturut-turut.
- Memiliki dana darurat 6–12 bulan pengeluaran.
- Sumber penghasilan sudah terbukti memiliki pelanggan atau pasar yang nyata.
Dengan kombinasi tersebut, keputusan resign akan terasa jauh lebih tenang dan terukur.
Pada akhirnya, tujuan utama resign bukan sekadar keluar dari pekerjaan yang tidak disukai. Tujuannya adalah mendapatkan kehidupan yang lebih baik tanpa menukar satu stres dengan stres yang lain.
Karena kebebasan finansial yang sesungguhnya bukan terjadi saat Anda berhenti bekerja untuk orang lain, melainkan ketika Anda memiliki cukup kendali atas penghasilan untuk menentukan arah hidup sendiri.***
Artikel Terkait
Bukan Pelit, Tapi Smart Spending: Cara Generasi Baru Indonesia Mengelola Uang dengan Lebih Cerdas
MK Putuskan Jakarta Tetap Jadi Ibu Kota, Benarkah IKN Batal? Ini Fakta Terbaru Pembangunan Nusantara
Honda Prelude Hybrid 2026 Kembali Menggoda: Coupe Legendaris dengan Tenaga 203 HP dan Harga Hampir Rp1 Miliar
Rupiah Nyaris Rp18.000 per Dolar AS, Haruskah Masyarakat Panik? Ini Penjelasan yang Jarang Dibahas
Polemik Film "Pesta Babi" Makin Panas: Antara Hak Publik Mengetahui Papua dan Hak Individu atas Privasi
Senyum yang Menyakitkan: Toxic Positivity di Balik Obrolan Lebaran dan Reuni Keluarga
"Cukup" Adalah Kata Paling Revolusioner di 2026 — Kenapa Orang Indonesia Susah Mengucapkannya?