"Cukup" Adalah Kata Paling Revolusioner di 2026 — Kenapa Orang Indonesia Susah Mengucapkannya?

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Minggu, 31 Mei 2026 | 16:39 WIB
Ilustrasi kata "cukup" justru menjadi pilihan paling revolusioner (Pinterest @vesvese)
Ilustrasi kata "cukup" justru menjadi pilihan paling revolusioner (Pinterest @vesvese)

TITIKTEMU.CO-"Cuma segini?"

Kalimat sederhana itu mungkin pernah kita dengar saat membeli rumah, memilih pekerjaan, menentukan target karier, bahkan ketika memutuskan untuk beristirahat.

Di tahun 2026, dunia terasa bergerak semakin cepat. Media sosial dipenuhi pencapaian, karier yang melesat, bisnis yang berkembang, liburan ke luar negeri, hingga gaya hidup yang tampak sempurna. Dalam situasi seperti ini, kata "cukup" terdengar hampir seperti sebuah pemberontakan.

Padahal, mungkin justru itulah kata yang paling dibutuhkan banyak orang hari ini.

Baca Juga: Senyum yang Menyakitkan: Toxic Positivity di Balik Obrolan Lebaran dan Reuni Keluarga

Kita Hidup di Era yang Selalu Meminta Lebih

Sejak kecil, banyak orang Indonesia tumbuh dengan pesan yang terdengar positif: jangan cepat puas.

Pesan ini memang membantu banyak orang berkembang. Namun tanpa disadari, ada efek samping yang jarang dibahas. Kita menjadi generasi yang sulit merasa cukup.

Saat gaji naik, muncul target baru.

Saat berhasil membeli kendaraan, muncul keinginan untuk memiliki yang lebih mahal.

Saat mencapai satu impian, daftar impian berikutnya langsung menunggu.

Akibatnya, kebahagiaan sering terasa seperti garis finis yang terus bergeser menjauh.

Kita terus berlari, tetapi tidak pernah benar-benar merasa sampai.

Baca Juga: Polemik Film Pesta Babi Makin Panas: Antara Hak Publik Mengetahui Papua dan Hak Individu atas Privasi

"Cukup" Sering Disalahartikan Sebagai Menyerah

Salah satu alasan mengapa kata ini sulit diucapkan adalah karena banyak orang menganggap "cukup" sebagai lawan dari ambisi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Leihana

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X