TITIKTEMU.CO- Banyak orang bermimpi mengundurkan diri dari pekerjaan kantoran dan fokus pada bisnis, freelance, atau pekerjaan yang lebih mereka sukai. Namun ada satu pertanyaan yang hampir selalu muncul sebelum mengambil keputusan besar itu:
"Berapa sebenarnya penghasilan sampingan yang harus saya miliki sebelum resign?"
Sayangnya, banyak artikel hanya memberikan jawaban normatif seperti "pastikan kondisi keuangan aman" atau "siapkan dana darurat". Padahal yang dicari kebanyakan orang adalah angka yang lebih konkret dan realistis.
Kabar baiknya, ada cara sederhana untuk menghitungnya.
Baca Juga: Cukup Adalah Kata Paling Revolusioner di 2026 — Kenapa Orang Indonesia Susah Mengucapkannya?
Kesalahan Terbesar: Menunggu Penghasilan Sampingan Menyamai Gaji
Banyak orang berpikir mereka baru boleh resign jika penghasilan sampingan sudah sama besar dengan gaji bulanan.
Padahal, itu tidak selalu benar.
Misalnya, gaji Anda saat ini Rp10 juta per bulan. Jika menunggu bisnis atau freelance menghasilkan Rp10 juta secara konsisten, bisa jadi Anda akan menunda keputusan selama bertahun-tahun.
Yang lebih penting bukan sekadar menyamai gaji, tetapi memastikan kebutuhan hidup tetap terpenuhi tanpa tekanan berlebihan.
Baca Juga: Senyum yang Menyakitkan: Toxic Positivity di Balik Obrolan Lebaran dan Reuni Keluarga
Angka Aman yang Jarang Dibahas
Banyak perencana keuangan menggunakan pendekatan sederhana: penghasilan sampingan ideal minimal mencapai 60–80 persen dari total biaya hidup bulanan selama enam bulan berturut-turut.
Perhatikan, patokannya bukan gaji, melainkan biaya hidup.
Jika kebutuhan hidup Anda dan keluarga adalah Rp8 juta per bulan, maka penghasilan sampingan yang relatif aman berada di kisaran Rp4,8 juta hingga Rp6,4 juta per bulan secara konsisten.
Mengapa tidak harus 100 persen?
Artikel Terkait
Bukan Pelit, Tapi Smart Spending: Cara Generasi Baru Indonesia Mengelola Uang dengan Lebih Cerdas
MK Putuskan Jakarta Tetap Jadi Ibu Kota, Benarkah IKN Batal? Ini Fakta Terbaru Pembangunan Nusantara
Honda Prelude Hybrid 2026 Kembali Menggoda: Coupe Legendaris dengan Tenaga 203 HP dan Harga Hampir Rp1 Miliar
Rupiah Nyaris Rp18.000 per Dolar AS, Haruskah Masyarakat Panik? Ini Penjelasan yang Jarang Dibahas
Polemik Film "Pesta Babi" Makin Panas: Antara Hak Publik Mengetahui Papua dan Hak Individu atas Privasi
Senyum yang Menyakitkan: Toxic Positivity di Balik Obrolan Lebaran dan Reuni Keluarga
"Cukup" Adalah Kata Paling Revolusioner di 2026 — Kenapa Orang Indonesia Susah Mengucapkannya?