Penurunan hampir 21 persen dalam waktu singkat bukan sekadar fluktuasi pasar biasa.
Imbasnya langsung merambat ke harga TBS di berbagai provinsi penghasil sawit terbesar Indonesia.
Di Sumatera Selatan, harga TBS anjlok dari Rp3.577 menjadi Rp2.722 per kilogram.
Baca Juga: Pastikan 9 WNI Relawan Gaza Ditangani dengan Baik di Türkiye, Pemerintah Kawal Proses Pemulangan
Di Kalimantan Tengah turun dari Rp3.483 menjadi Rp3.163. Jambi dan Sumatera Utara pun bernasib serupa — selisih ratusan rupiah per kilogram yang terdengar kecil, tapi sangat terasa bagi petani yang mengandalkan tiap kilogram buah untuk menghidupi keluarga.
Petani Independen: Pihak yang Paling Rentan
Di tengah ketidakpastian ini, perusahaan pengolahan sawit cenderung hanya membeli bahan baku dari kebun milik sendiri untuk meminimalkan risiko.
Kebijakan defensif yang masuk akal dari sisi bisnis — tapi fatal bagi petani sawit independen yang tidak punya pabrik pengolahan sendiri dan bergantung sepenuhnya pada jaringan pembeli eksternal.
Baca Juga: Syal Merah di Dermaga Jumunjin Kembali! Gong Yoo dan Kim Go Eun Reuni 10 Tahun Drama Goblin
"Akhirnya kembali menekan harga TBS petani, bahkan petani tidak bisa panen kalau pabrik-pabrik itu tutup untuk mencegah kerugian mereka," kata Darto.
Bukan Sekadar Soal Under Invoicing
Pemerintah membentuk PT DSI dengan alasan utama: memberantas praktik under invoicing ekspor komoditas yang diklaim merugikan negara hingga Rp15.400 triliun selama 34 tahun. Niat yang sulit dibantah urgensinya.
Namun POPSI mengingatkan bahwa tidak semua perbedaan harga ekspor otomatis berarti manipulasi.
Baca Juga: Tren Wearable Anak 2026: Alat Bantu Pantau Kesehatan Buah Hati atau Sekadar Gengsi Parenting?
Perdagangan sawit global memiliki mekanisme kompleks — mulai dari skema FOB dan CIF, risiko pengiriman, perubahan kadar air, hingga klaim kualitas dari pembeli — yang semuanya bisa memengaruhi harga akhir secara sah.
Artikel Terkait
Bukan Cuma Tabungan: Ini Cara Keluarga Muda Indonesia Investasi pada Pengalaman, Bukan Barang
Tren Wearable Anak 2026: Alat Bantu Pantau Kesehatan Buah Hati atau Sekadar Gengsi Parenting?
One Piece 1183: Imu Akhirnya Bergerak, Elbaf Bukan Sekadar Negeri Raksasa
PLN Bongkar Penyebab Blackout Sumatera: Bukan Bencana, Tapi Efek Domino yang Tak Terduga
PLN Butuh Hingga 15 Jam Pulihkan Blackout Sumatera — Ini Alasan PLTU Paling Lama Nyala
Persib Juara Super League 2025-2026! Imbang 0-0 Lawan Persijap, Tapi Gelar Tetap Milik Maung
Zulhas Salah Sebut Nama Desa di Depan Prabowo, Warga Kompak Protes — Reshuffle Jadi Candaan