Gelar Ruang Dialog Ilmiah USAHID Soroti Perkembangan Geopolitik. Perang Modern: Dari Senjata ke Algoritma dan Konstruksi Kebenaran

photo author
Ipiek Riyanto, TitikTemu.co
- Sabtu, 11 April 2026 | 23:26 WIB
USAHID gelar diskusi ilmiah dengan tajuk “Apakah Kita Menuju Perang Besar Dunia?” pada Jumat, 10 April 2026  (Dok. USAHID)
USAHID gelar diskusi ilmiah dengan tajuk “Apakah Kita Menuju Perang Besar Dunia?” pada Jumat, 10 April 2026 (Dok. USAHID)

Ia memproyeksikan bahwa Iran tidak akan runtuh meskipun menghadapi tekanan militer besar, dengan strategi perang asimetris berbasis drone dan jaringan proxy.

"Endgame yang paling mungkin adalah gencatan senjata tanpa pemenang mutlak. Iran melemah, tapi tidak hancur. Selat Hormuz dibuka kembali dengan aturan main baru,"  ungkap Didin. 

Baca Juga: Siapa Pemilik Toko Kue Gambang Semarang yang Viral? Bantahan Soal Pembongkaran Pagar dan Klarifikasi Resmi dari Pemerintah

Siapa Kuasai Algoritma, Dia Kuasai Kebenaran

Pada sesi terakhir menghadirkan pemaparan dari Henry Sianipar Eksekutif Produser Liputan 6 SCTV mengulas konflik dari perspektif komunikasi.

Ia menjelaskan bahwa perang modern berlangsung pada level fisik, kognitif, dan epistemologis, di mana algoritma dan AI menjadi penentu persepsi publik global.

“Kita sudah berada di era Perang Permanen Multi-Dimensi. AI adalah pembentuk realitas,” ujar Henry Sianipar, 

Baca Juga: Cerita Lila, Kisah Viral Sara Wijayanto di YouTube Difilmkan, Sehoror Apa?

USAHID sebagai Ruang Produksi Pengetahuan Strategis Ilmu Komunikasi

Program Doktor Ilmu Komunikasi USAHID berperan dalam membentuk akademisi yang memahami komunikasi sebagai arena produksi makna dan kekuasaan.

Perang modern adalah konstruksi realitas berbasis teknologi, media, dan algoritma. Literasi media dan kecerdasan komunikasi strategis menjadi kunci dalam menghadapi era ini.

Di era ketika kebenaran tidak lagi ditentukan oleh fakta, melainkan oleh algoritma, siapa yang sesungguhnya mengendalikan realitas?

Baca Juga: Trailer Ronaldinho: The One and Only Dirilis, Serial Dokumenter Legenda Sepak Bola Dunia

Dalam konteks ini, Universitas Sahid Jakarta memposisikan diri sebagai ruang produksi pengetahuan strategis melalui Program Doktor Ilmu Komunikasi yang membentuk akademisi kritis untuk memahami komunikasi sebagai arena kontestasi makna dan kekuasaan.

Perang modern tidak lagi sekadar fisik, melainkan konstruksi realitas berbasis media, teknologi, dan algoritma, sehingga peran akademisi menjadi krusial dalam mengungkap relasi kuasa, membangun literasi media, serta mengembangkan kecerdasan komunikasi strategis sebagai fondasi menghadapi era perang multi-dimensi berbasis AI.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ipiek Riyanto

Sumber: Siaran Pers

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X