Ia memproyeksikan bahwa Iran tidak akan runtuh meskipun menghadapi tekanan militer besar, dengan strategi perang asimetris berbasis drone dan jaringan proxy.
"Endgame yang paling mungkin adalah gencatan senjata tanpa pemenang mutlak. Iran melemah, tapi tidak hancur. Selat Hormuz dibuka kembali dengan aturan main baru," ungkap Didin.
Siapa Kuasai Algoritma, Dia Kuasai Kebenaran
Pada sesi terakhir menghadirkan pemaparan dari Henry Sianipar Eksekutif Produser Liputan 6 SCTV mengulas konflik dari perspektif komunikasi.
Ia menjelaskan bahwa perang modern berlangsung pada level fisik, kognitif, dan epistemologis, di mana algoritma dan AI menjadi penentu persepsi publik global.
“Kita sudah berada di era Perang Permanen Multi-Dimensi. AI adalah pembentuk realitas,” ujar Henry Sianipar,
Baca Juga: Cerita Lila, Kisah Viral Sara Wijayanto di YouTube Difilmkan, Sehoror Apa?
USAHID sebagai Ruang Produksi Pengetahuan Strategis Ilmu Komunikasi
Program Doktor Ilmu Komunikasi USAHID berperan dalam membentuk akademisi yang memahami komunikasi sebagai arena produksi makna dan kekuasaan.
Perang modern adalah konstruksi realitas berbasis teknologi, media, dan algoritma. Literasi media dan kecerdasan komunikasi strategis menjadi kunci dalam menghadapi era ini.
Di era ketika kebenaran tidak lagi ditentukan oleh fakta, melainkan oleh algoritma, siapa yang sesungguhnya mengendalikan realitas?
Baca Juga: Trailer Ronaldinho: The One and Only Dirilis, Serial Dokumenter Legenda Sepak Bola Dunia
Dalam konteks ini, Universitas Sahid Jakarta memposisikan diri sebagai ruang produksi pengetahuan strategis melalui Program Doktor Ilmu Komunikasi yang membentuk akademisi kritis untuk memahami komunikasi sebagai arena kontestasi makna dan kekuasaan.
Perang modern tidak lagi sekadar fisik, melainkan konstruksi realitas berbasis media, teknologi, dan algoritma, sehingga peran akademisi menjadi krusial dalam mengungkap relasi kuasa, membangun literasi media, serta mengembangkan kecerdasan komunikasi strategis sebagai fondasi menghadapi era perang multi-dimensi berbasis AI.***
Artikel Terkait
Rumusan Baru Pembagian Kuota Haji, Masa Tunggu Seragam 26 Tahun!
Dua Tanker Indonesia Masih Tertahan di Hormuz, Pemerintah Terus Negosiasi dengan Iran
The One Piece Versi Netflix: Remake Anime Legendaris yang Lebih Singkat dan Modern
Diplomasi di Tengah Asap Perang: Israel dan Lebanon Bersiap Duduk Satu Meja di Washington
Pemerintah Rencanakan 160 Ribu Formasi: Ini Bocoran Jadwal CPNS 2026 dan Persyaratannya
Sedang Tayang di Bioskop! Review Film Yohanna: Potret Kelam Eksploitasi Anak di Sumba Timur