TITIKTEMU.CO - Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyampaikan kegelisahannya terhadap perkembangan geopolitik global dalam beberapa bulan terakhir. Ia menilai situasi dunia saat ini menyimpan potensi ancaman besar, termasuk kemungkinan terjadinya Perang Dunia Ketiga (PD III).
Melalui unggahan di akun X pribadinya @SBYudhoyono, pada Jumat, 23 Januari 2026, SBY mengungkapkan bahwa dirinya terus memantau dinamika internasional secara serius dalam tiga tahun terakhir, khususnya perkembangan global yang semakin kompleks belakangan ini.
“Dalam tiga tahun terakhir saya mengikuti dengan saksama perkembangan dunia, terutama dinamika global dalam beberapa bulan terakhir,” tulis SBY.
Baca Juga: Beasiswa LPDP S2/S3 2026 Tahap 1 Resmi Dibuka, Ini Jadwal, Program, dan Cara Daftarnya
Sebagai tokoh yang telah lama mendalami isu geopolitik, perdamaian, dan keamanan internasional, SBY mengaku tidak bisa menyembunyikan rasa khawatirnya terhadap arah dunia saat ini.
Ancaman Perang Dunia III Dinilai Nyata
SBY menyebut kekhawatirannya berangkat dari kemungkinan dunia menghadapi sebuah prahara besar. Ia menegaskan bahwa skenario terburuk yang dikhawatirkan adalah pecahnya Perang Dunia Ketiga.
“Saya cemas jika dunia memasuki prahara besar, apalagi bila prahara itu berupa Perang Dunia Ketiga,” ungkapnya.
Menurut SBY, konflik-konflik internasional yang terjadi saat ini memiliki kemiripan pola dengan kondisi dunia sebelum pecahnya Perang Dunia I dan II. Hal tersebut membuat kemungkinan PD III menjadi sesuatu yang tidak bisa diabaikan.
Baca Juga: Debut Manis Miliano Jonathans! Winger Timnas Indonesia Cetak Gol Saat Excelsior Tahan AZ Alkmaar
“Meskipun mengerikan, saya menilai kemungkinan itu ada. Namun saya tetap percaya bahwa bencana besar ini masih bisa dicegah,” jelasnya.
Kemunculan Pemimpin Kuat dan Perlombaan Militer
Dalam analisisnya, SBY juga menyoroti fenomena munculnya pemimpin-pemimpin kuat di berbagai negara yang cenderung agresif dan konfrontatif. Ia menilai kondisi tersebut menjadi salah satu indikator meningkatnya eskalasi global.
“Sejarah menunjukkan, sebelum perang besar terjadi, biasanya ditandai dengan munculnya pemimpin-pemimpin yang haus konflik, terbentuknya blok-blok negara yang saling berhadapan,” tulisnya.
Artikel Terkait
Viral Gaji Guru PAUD 2026 di Bawah Rp500 Ribu, Curhat di Medsos Tuai Simpati Publik
Sekjen Kemensos Ungkap Tujuan Sekolah Rakyat Prabowo: Memuliakan Wong Cilik dan Putus Rantai Kemiskinan
Daftar 2 Tim yang Sudah Mengamankan Tiket 16 Besar Liga Champions 2025/2026, Arsenal Tampil Sempurna!
Debut Manis Miliano Jonathans! Winger Timnas Indonesia Cetak Gol Saat Excelsior Tahan AZ Alkmaar
Beasiswa LPDP S2/S3 2026 Tahap 1 Resmi Dibuka, Ini Jadwal, Program, dan Cara Daftarnya