Ancaman Penyakit Pascabanjir Mengintai, IDI Soroti Pentingnya Layanan Medis Pengungsi

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Sabtu, 27 Desember 2025 | 20:15 WIB
Mantan Ketum PB IDI, dokter Daeng Mohammad Faqih, soroti penanganan awal tentang kesehatan pascabanjir.  (YouTube/Forum Keadilan TV)
Mantan Ketum PB IDI, dokter Daeng Mohammad Faqih, soroti penanganan awal tentang kesehatan pascabanjir. (YouTube/Forum Keadilan TV)

“Kalau sampai terjadi KLB, penderitaan pengungsi akan berlipat,” kata dr. Daeng.

Baca Juga: Buntut OTT KPK, Jaksa Agung Mutasi 43 Kajari, Kajari HSU dan Bekasi Dicopot!

Posko Kesehatan Harus Bergerak Sejak Awal
Menurut dr. Daeng, layanan kesehatan seharusnya sudah aktif segera setelah fase pencarian dan penyelamatan selesai.

Pada tahap evakuasi, warga biasanya dikumpulkan di satu titik, dan di sanalah pelayanan medis harus mulai berjalan.

Langkah cepat ini penting untuk mencegah penyebaran penyakit dan memastikan kondisi warga tidak memburuk.

Keterlambatan penanganan justru akan meningkatkan risiko penularan di dalam camp pengungsian.

“Kalau terlambat, warga sudah menderita, lalu sakit, dan tidak tertangani. Penyakit bisa menyebar dan makin parah,” tegasnya.

Ia menutup dengan penekanan bahwa meski kondisi di lapangan sering kali sulit, negara dan seluruh pemangku kepentingan harus menemukan cara agar posko kesehatan tetap hidup dan berfungsi.***

 

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X