Namun, saat aliran air sangat deras, beberapa ikan bisa mati. Untuk ikan nonbelerang seperti nila dan mujair, penyebabnya adalah ketidaktahanan terhadap kandungan belerang.
Sedangkan ikan belerang yang mati biasanya akibat tekanan arus bawah yang ekstrem, bukan karena zat kimia.
Alam Sedang Bekerja
Fenomena Danau Singkarak yang berubah jernih seolah mengingatkan bahwa alam punya mekanisme sendiri untuk menyeimbangkan kondisi setelah bencana.
Meski terlihat indah, perubahan ini merupakan hasil interaksi kompleks antara curah hujan ekstrem, material banjir, karakter batuan, hingga dinamika alga di dalam danau.
Kejernihan ini mungkin tak bertahan lama, namun menjadi pengingat menarik tentang bagaimana sistem alam bekerja. Kadang memukau, kadang misterius, namun selalu memiliki penjelasan ilmiah di baliknya.***
Artikel Terkait
Ketika Komunikasi Terputus: Kisah Orang-Orang yang Menanti Kabar Keluarga di Tengah Bencana
Perjuangan Menembus Tanah Terisolir: BNPB Kerahkan Pasukan Jalan Kaki dan Helikopter untuk Selamatkan Warga Tapanuli–Sibolga
Hujan Ekstrem, Siklon, dan Hutan Gundul di Balik Banjir Bandang Sumatera-Aceh
Di Bawah Lumpur Galodo: Akhir Perjuangan Erik Menemukan Ibunya Meninggal dalam Sujud