Ketika Danau Singkarak Jadi Jernih Seperti Sungai Swiss Usai Banjir Bandang, Apa yang Terjadi?

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Jumat, 5 Desember 2025 | 12:53 WIB
Ketika Danau Singkarak Jadi Jernih Sperti Sungai Swiss Usai Banjir Bandang. (Tangkapan layar TikTok @furqannn09)
Ketika Danau Singkarak Jadi Jernih Sperti Sungai Swiss Usai Banjir Bandang. (Tangkapan layar TikTok @furqannn09)

“Yang sering membuat air keruh adalah lempung. Sementara di daerah kapur, lempung jarang sekali ditemukan,” jelasnya.

Baca Juga: Siapa Pemilik PT Toba Pulp Lestari? Sejarah dan Kontroversi Produsen Pulp di Sumatera Utara 

Fenomena serupa juga pernah terjadi di Kupang, NTT, tepatnya di Sikumana setelah badai siklon tropis Seroja pada April 2021.

Banjir besar menyebabkan munculnya danau dolina, jenis danau yang terbentuk di kawasan karst ketika air tertahan di cekungan batu kapur.

Ahli geologi Undana, Dr. Herry Kota, menjelaskan wilayah Kupang yang bertopografi karst memang memiliki potensi besar terbentuknya danau-danau dadakan saat curah hujan ekstrem.

Kejernihan Tak Akan Bertahan Lama

Meski tampak memesona, para ahli menegaskan kejernihan Danau Singkarak tidak bersifat permanen.

Eko Teguh Paripurno menyebut bahwa proses ini sangat dinamis dan bergantung pada cuaca, debit air, jumlah sedimen, serta faktor-faktor geologi di sekitarnya.

“Tapi biasanya dalam hitungan bulan akan kembali seperti sebelumnya,” katanya.

Danau Singkarak memiliki empat sungai utama yang membawa sedimen dari berbagai sisi dengan karakter yang berbeda-beda.

Sisi selatan menjadi pemasok sedimen terbesar, sementara sisi timur cenderung lebih kering dan sedikit mengirimkan material.

Pada kondisi normal, sedimen-sedimen ini membuat air danau tidak sebening yang terlihat pada video viral.

Baca Juga: Dua Kabupaten di Sumatera Utara Nyatakan Tak Mampu Tangani Bencana, Prabowo Pastikan Negara Siap Menangani

Dampak pada Ikan dan Ekosistem

Fenomena kejernihan dan upwelling juga berdampak pada kehidupan ikan. Menurut Kepala Pusat Riset Limnologi dan SDA BRIN, Luki Subehi, alga menjadi makanan alami bagi ikan-ikan belerang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X