Artinya, warna toska itu bukanlah pertanda air yang benar-benar bersih, melainkan kombinasi antara kejernihan air dan tingginya konsentrasi alga.
Baca Juga: Kisah Rosita dan Hutan yang Tak Dijual: Cinta yang Menjaga Megamendung Tetap Hidup
Peran Batu Kapur dan Sistem Karst di Sekitar Danau
Selain faktor alga, kondisi geografis dan geologi di sekitar Danau Singkarak turut memengaruhi perubahan visual air.
Pakar Manajemen Kebencanaan Geologi UPN Veteran Yogyakarta, Eko Teguh Paripurno, menyebut wilayah hulu danau yang dikelilingi bebatuan karst berperan sebagai penyaring alami.
“Kapur itu bekerja seperti filter. Air hujan melewati celah-celah batuan, sedimen dan polutannya tertahan, sementara air bersih mengalir masuk,” jelas Eko.
Proses penyaringan alami ini dapat menyebabkan air terlihat lebih jernih setelah hujan besar, terutama ketika air melewati lapisan kapur yang mampu mengikat partikel halus.
Selain itu, Danau Singkarak merupakan danau tektonik yang terbentuk akibat aktivitas patahan Semangko.
Sedimen berukuran besar sulit tersuspensi saat volume air meningkat, berbeda dengan danau vulkanik yang lebih mudah keruh.
Karena itu, ketika debit air naik, proses pengenceran makin kuat dan air tampak lebih bening.
Baca Juga: Daendels dan Reformasi Hutan Jawa: Kisah Mas Galak Perangi Pembalakan Liar
Pernah Terjadi di Yogyakarta dan Kupang
Fenomena kejernihan mendadak setelah bencana bukan hanya terjadi di Singkarak. Pada 2017, saat Siklon Tropis Cempaka menerjang Yogyakarta, danau dadakan yang sangat jernih muncul di Gunung Kidul.
Kondisi karst di wilayah tersebut menjadi penyebab air terlihat bersih karena tidak bercampur dengan tanah lempung.
Ahli geologi Rovicky Dwi Putrohari kala itu menjelaskan bahwa daerah karst jarang menghasilkan lempung, yang biasanya menjadi sumber utama kekeruhan air.
Artikel Terkait
Ketika Komunikasi Terputus: Kisah Orang-Orang yang Menanti Kabar Keluarga di Tengah Bencana
Perjuangan Menembus Tanah Terisolir: BNPB Kerahkan Pasukan Jalan Kaki dan Helikopter untuk Selamatkan Warga Tapanuli–Sibolga
Hujan Ekstrem, Siklon, dan Hutan Gundul di Balik Banjir Bandang Sumatera-Aceh
Di Bawah Lumpur Galodo: Akhir Perjuangan Erik Menemukan Ibunya Meninggal dalam Sujud