Hujan Ekstrem, Siklon, dan Hutan Gundul di Balik Banjir Bandang Sumatera-Aceh

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Senin, 1 Desember 2025 | 13:05 WIB
Hujan Ekstrem, Siklon, dan Hutan Gundul di Balik Banjir Bandang Sumatera. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)
Hujan Ekstrem, Siklon, dan Hutan Gundul di Balik Banjir Bandang Sumatera. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)

TITIKTEMU.CO - Pulau Sumatera kembali dilanda bencana besar. Kali ini banjir bandang dan tanah longsor menerjang Sumatera Barat, Sumatera Utara, hingga Aceh.

Dampaknya benar-benar menghancurkan yang bahkan disebut warga sebagai bencana paling terburuk dalam beberapa tahun terakhir pasca Tsunasi Aceh.

Musim hujan yang menuju puncaknya, munculnya siklon tropis, dan kerusakan hutan yang berlangsung terus-menerus mengakibatkan bencana terjadi dari kombinasi sempurna faktor alam dan ulah manusia.

Baca Juga: Bencana di Sumatera, BNPB: 442 Orang Meninggal, 402 Hilang, Operasi SAR Dikebut

Hujan Ekstrem dan Siklon Tropis Pemicu Awal

Curah hujan dengan intensitas ekstrem menjadi pemicu paling awal dari serangkaian bencana di Sumatera dan Aceh ini.

BMKG mencatat hujan mencapai 150–300 milimeter dalam waktu singkat, yang masuk dalam kategori ekstrem dan sulit ditahan oleh daerah aliran sungai (DAS) yang sudah melemah.

Menurut Dr. Muhammad Rais Abdillah dari ITB, Sumatera bagian tengah dan utara memang sedang masuk dalam puncak musim hujan yang biasanya terjadi dua kali dalam setahun.

Namun tahun ini, kondisinya jauh lebih parah karena dipengaruhi oleh fenomena atmosfer yang saling tumpang tindih.

Sejak 24 November, citra cuaca menunjukkan kemunculan pusaran angin dari Semenanjung Malaysia yang kemudian berkembang menjadi Siklon Tropis Senyar.

Pada waktu yang hampir bersamaan, BNPB juga mencatat kehadiran Siklon Tropis KOTO di Laut Sulu dan bibit siklon 95B di area lain.

Awan hujan pun menumpuk di atas Sumatera, menciptakan hujan tanpa henti dan angin kencang yang memicu banjir bandang di banyak wilayah.

“Meski tidak sekuat siklon Pasifik, Senyar tetap mampu mendorong pembentukan awan hujan besar sepanjang hari,” jelas Rais.

Bagi warga, hujan berhari-hari yang tak kunjung berhenti ini menjadi awal dari musibah yang tidak pernah mereka bayangkan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X