TITIKTEMU.CO – Ini satu dari deretan kisah memilukan di tengah bencana Sumatera. Seorang anak berjuang sendirian untuk menemukan ibunya yang hilang saat banjir dan tanah longsor menerjang rumahnya.
Sejak Kamis malam, 27 November 2025, Jorong Subarang Aie di Palembayan, Kabupaten Agam, berubah menjadi kepingan puing, lumpur, dan batu raksasa.
Galodo, banjir bandang khas Sumatra Barat, melenyapkan rumah, lahan, dan kehidupan warga hanya dalam hitungan menit.
Di tengah kepanikan itu, seorang anak bernama Erik Andesra memulai perjalanan paling berat dalam hidupnya: mencari ibunya, Ernita (58), yang hilang saat bencana menerjang.
Baca Juga: Bencana di Sumatera, BNPB: 442 Orang Meninggal, 402 Hilang, Operasi SAR Dikebut
Pada Minggu 30 November, setelah berhari-hari menyisir lumpur, Erik menemukan sang ibu dalam keadaan yang tidak pernah dia bayangkan.
Namun, sedikit terselip sesuatu yang membuat hatinya tenang; “Mama meninggal dalam keadaan salat. Jenazahnya ditemukan masih memakai mukena,” ucap Erik pelan.
Suaranya bergetar, namun ada kekuatan yang menunjukkan bahwa dirinya sudah menyiapkan diri untuk menerima apapun yang terjadi, termasuk kenyataan pahit itu.
Baca Juga: Ketika Komunikasi Terputus: Kisah Orang-Orang yang Menanti Kabar Keluarga di Tengah Bencana
Perjalanan Tertunda, Takdir Datang Lebih Cepat
Dua hari sebelum bencana, Erik meminta izin kepada ibunya untuk bekerja ke Pasaman. Namun Ernita melarang. “Cuaca lagi jelek. Tunggu tanggal 27 saja,” pesan sang ibu.
Erik menurut, tanpa tahu bahwa tanggal itu menjadi penanda hilangnya rumah dan keluarga yang dia cintai.
Maka, pagi itu, ketika kabar banjir bandang menyebar, Erik langsung bergegas menuju rumah ibunya yang berjarak delapan kilometer dari tempat tinggalnya.
Namun saat tiba di persimpangan, pemandangan di depannya seketikan merontokkan harapan: lumpur setinggi dada, batu besar bergelimpangan, dan rumah ibunya hilang.
Artikel Terkait
Begini Perkembangan Terkini Penanganan Bencana Sumut Menurut BNPB
Banjir Bandang Agam: 74 Jiwa Melayang, 2.500 Warga Mengungsi, Kerugian Tembus Rp13,9 Miliar
Operasi Udara TNI Dikebut: 76.500 Ton Bantuan Sudah Terbang ke Sumut–Aceh, Daerah Terisolasi Jadi Prioritas
BNPB Update Banjir Bandang Sumatera: 116 Korban Meninggal, Tapanuli Tengah Paling Parah dan Komunikasi Pulih via Starlink
TNI Percepat Distribusi 76 Ribu Ton Bantuan ke Sumatera dan Aceh, 11 Helikopter Dikerahkan untuk Wilayah Terisolasi
Bencana Agam: 74 Warga Tewas, 2.500 Mengungsi, Kerugian Capai Rp13,9 Miliar
Kemenkes Ingatkan Warga Terdampak Banjir di Sumatra dan Aceh Waspada Penyakit Pascabencana
Medan Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir, 1.829 Warga Mengungsi dan Distribusi BBM Terkendala
Bencana Sumatra 2025: 303 Orang Meninggal, BNPB Ungkap Lonjakan Korban dan Tantangan Berat di Lapangan