Ketika Komunikasi Terputus: Kisah Orang-Orang yang Menanti Kabar Keluarga di Tengah Bencana

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Senin, 1 Desember 2025 | 06:05 WIB
Ketika Komunikasi Terputus: Kisah Orang-Orang yang Menanti Kabar Keluarga di Tengah Bencana. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)
Ketika Komunikasi Terputus: Kisah Orang-Orang yang Menanti Kabar Keluarga di Tengah Bencana. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)

Setiap hari, dia mencari kabar apa pun tentang kondisi Tapanuli Tengah. Menghubungi Polres, BPBD, hingga relawan. Namun jawaban tetap sama: komunikasi di wilayah itu lumpuh total.

Hari-hari tanpa kabar membuat Kiki jatuh sakit. Suaranya serak, tubuhnya demam, dan air matanya terus mengalir.

“Dari yang nangis, sampai kering, sampai nangis lagi,” tuturnya.

Harapan Kiki sederhana: jaringan internet dan listrik segera pulih agar warga perantauan bisa terhubung kembali dengan keluarga yang berada di wilayah bencana.

Baca Juga: Medan Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir, 1.829 Warga Mengungsi dan Distribusi BBM Terkendala

Sahara Menunggu Kabar dari Bogor  

Bukan hanya Kiki yang melalui masa-masa penuh kecemasan. Sahara, perempuan asal Kecamatan Bebesen, Aceh Tengah, juga tak bisa menghubungi ibunya sejak Rabu pagi 26 November.

Saat itu, ibunya sempat memberi kabar bahwa hujan deras, dan beberapa jalan sudah tertutup banjir dan longsor. Setelah panggilan itu, telepon Sahara tak pernah lagi tersambung.

Kawasan rumah keluarga Sahara kini dikabarkan padam listrik dan kehilangan seluruh akses telekomunikasi. Sahara hanya bisa memantau kondisi melalui media sosial dan laporan berita.

“Jalan menuju Takengon terputus semuanya,” jelas Sahara. “Jalur dari Medan, Banda Aceh, dan Meulaboh dilaporkan lumpuh.”

Baca Juga: TNI Percepat Distribusi 76 Ribu Ton Bantuan ke Sumatera dan Aceh, 11 Helikopter Dikerahkan untuk Wilayah Terisolasi

Menunggu di Tengah Ketidakpastian  

Sahara kini hanya bisa membayangkan kemungkinan terburuk. Rumah keluarganya berada di area dekat sungai dan pegunungan yang rawan longsor.

“Yang saya khawatirkan sebenarnya longsor. Seandainya mereka enggak ketolong…” ucapnya sambil menahan tangis.

Dia sudah menghubungi BPBD dan SAR. Namun, jawaban yang dia terima tidak membuat hatinya tenang. “Tim SAR saja kesulitan menghubungi anggota mereka di Aceh Tengah.”

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X