Karhutla Kalimantan Berdampak ke Malaysia, 108 Sekolah di Sarawak Ditutup akibat Kabut Asap Tak Sehat

photo author
Achmad Zainur Roziqin, TitikTemu.co
- Jumat, 21 Agustus 2026 | 22:29 WIB
Menyoroti maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kalimantan hingga berdampak buruk bagi kalangan warga di Malaysia. (Instagram.com/@undercover.id)
Menyoroti maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kalimantan hingga berdampak buruk bagi kalangan warga di Malaysia. (Instagram.com/@undercover.id)

TITIKTEMU.CO - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan turut berdampak hingga ke negara tetangga, Malaysia.

Kabut asap yang terbawa hingga wilayah Sarawak membuat kualitas udara di sejumlah kawasan mengalami penurunan. Kondisi tersebut bahkan berdampak terhadap aktivitas pendidikan karena puluhan sekolah harus ditutup sementara.

Informasi mengenai kondisi tersebut ramai diperbincangkan di media sosial setelah akun Instagram @undercover.id mengunggah kabar penutupan sekolah pada Jumat, 21 Agustus 2026.

Penutupan dilakukan sebagai langkah antisipasi karena Indeks Pencemaran Udara (API) di sejumlah wilayah telah mencapai level yang dinilai tidak sehat hingga sangat tidak sehat.

Aktivitas pembelajaran siswa kemudian dialihkan ke sistem Pembelajaran dan Pengajaran Berbasis Rumah.

Baca Juga: 4 Fakta Kebakaran Pasar Sungai Duri Kalbar: 48 Ruko Hangus, 60 Mobil Damkar Dikerahkan

108 Sekolah di Sarawak Ditutup

Media Malaysia, Bernama, melaporkan sebanyak 108 sekolah di wilayah Serian, Sarawak, ditutup sementara akibat dampak kabut asap.

Komite Manajemen Bencana Negara Bagian Sarawak (JPBN) menyatakan kegiatan belajar mengajar selanjutnya dilakukan dari rumah agar proses pendidikan siswa tetap dapat berlangsung.

Kebijakan tersebut mengacu pada Rencana Aksi Kabut Nasional yang berada di bawah kewenangan Departemen Pendidikan Negara Bagian Sarawak.

JPBN Sarawak juga menyebut sekolah, taman kanak-kanak, serta tempat penitipan anak dapat ditutup apabila nilai API mencapai angka 200.

“Sekolah, taman kanak-kanak, dan tempat penitipan anak akan segera ditutup begitu API mencapai 200,” demikian keterangan JPBN Sarawak.

Baca Juga: Perekam Video Ungkap Alasan Warga Tak Langsung Hentikan Pria Bugil di Lenteng Agung: Sempat Ancam Bunuh Bawa Senjata

13 Wilayah Malaysia Terdampak Kabut Asap

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Achmad Zainur Roziqin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X