Ketika Komunikasi Terputus: Kisah Orang-Orang yang Menanti Kabar Keluarga di Tengah Bencana

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Senin, 1 Desember 2025 | 06:05 WIB
Ketika Komunikasi Terputus: Kisah Orang-Orang yang Menanti Kabar Keluarga di Tengah Bencana. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)
Ketika Komunikasi Terputus: Kisah Orang-Orang yang Menanti Kabar Keluarga di Tengah Bencana. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)

Situasi ini membuat Sahara benar-benar kehilangan pegangan. Biasanya, dia dan keluarganya rutin melakukan panggilan video. Kini, semua sepi.

“Tanpa kabar, tanpa suara dari mereka… enggak tenang,” katanya.

Baca Juga: BNPB Update Banjir Bandang Sumatera: 116 Korban Meninggal, Tapanuli Tengah Paling Parah dan Komunikasi Pulih via Starlink

Ketika Bencana Memutus Jaringan

Kisah Kiki dan Sahara bukanlah cerita minoritas. Di setiap kali bencana besar, komunikasi yang terputus kerap menjadi luka emosional pertama bagi para perantau. Mereka hanya bisa berdoa agar keluarga selamat.

Di sisi lain, kondisi lapangan yang sulit membuat petugas penyelamat pun kesulitan mengakses informasi. Jalan-jalan terputus, cuaca buruk, hingga hilangnya jaringan menjadi hambatan besar.

Pemulihan jaringan telekomunikasi menjadi faktor krusial. Bukan sekadar soal teknologi, tapi tentang harapan, terutama bagi mereka yang menunggu kabar dari rumah.

Baca Juga: Begini Perkembangan Terkini Penanganan Bencana Sumut Menurut BNPB

Harapan di Tengah Bencana

Meski cemas, Kiki dan Sahara memilih untuk berpikir positif. Mereka percaya keluarga mereka selamat. Mereka tetap berharap kabar baik akan tiba kapan saja.

Harapan itulah yang membuat mereka bertahan dalam ketidakpastian. Setiap hari, mereka memantau perkembangan informasi, menghubungi BPBD dan Tim SAR.

Bencana memang datang membawa luka dan kehilangan, tapi bagi banyak orang, kehilangan kabar dari orang terkasih justru menjadi ketakutan terbesar. S

elama jaringan belum pulih, ribuan orang di perantauan hanya bisa menunggu—dengan cemas, dengan doa, dan dengan keyakinan bahwa yang dicintai masih menunggu di sisi lain.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X