Kasus Keracunan Program MBG Terus Berulang, Muncul Desakan Evaluasi Total Hingga Moratorium

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Jumat, 26 September 2025 | 11:15 WIB
Kasus Keracunan Program MBG Terus Berulang, Muncul Desakan Evaluasi Total Hingga Moratorium. (ANTARAFOTO/Umarul Faruq)
Kasus Keracunan Program MBG Terus Berulang, Muncul Desakan Evaluasi Total Hingga Moratorium. (ANTARAFOTO/Umarul Faruq)

TITIKTEMU.CO - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu andalan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kembali menjadi sorotan.

Bukannya menuai pujian, program yang digadang-gadang untuk meningkatkan kualitas gizi anak bangsa justru berkali-kali memunculkan kasus keracunan massal.

Sejak awal 2025, tercatat lebih dari 5.000 kasus keracunan terkait MBG dilaporkan. Kondisi ini menimbulkan keresahan, khususnya para orang tua yang khawatir anak-anak mereka menjadi korban berikutnya.

Tak heran, desakan evaluasi menyeluruh hingga moratorium program pun semakin kuat. Namun, pemerintah menegaskan program makan bergizi gratis atau MBG tetap berjalan.

Baca Juga: Anggaran Makan Bergizi Gratis Bisa Biayai Ratusan Ribu Mahasiswa Kuliah Gratis?

Rangkaian Kasus Keracunan

Program MBG sudah menjadi kontroversi sejak pertama kali digulirkan pemerintahan Presiden Prabowo. Belakangan, proyek ini makin menjadi sorotan menyusul banyaknya kasus keracunan makanan.

Kasus terbaru terjadi di Baubau, Sulawesi Tenggara pada 16 September 2025. Sebanyak 46 siswa dilaporkan sakit setelah menyantap menu MBG berupa ayam woku.

Hidangan itu diduga sudah berlendir dan berbau, namun tetap disajikan untuk para siswa. Akibatnya, 37 anak keracunan, dan harus mendapatkan perawatan medis.

Baca Juga: Menu Kearifan Lokal di Program MBG: dari Ikan Hiu Penyebab Keracunan hingga Kontroversi Usulan Serangga

Belum selesai kasus di Baubau, insiden lebih besar terjadi di Kabupaten Bandung Barat. Pada 22 September 2025, ratusan siswa dari berbagai tingkatan sekolah mengalami keracunan massal.

Pemerintah daerah bahkan menetapkannya sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Data Posko Penanganan mencatat, hingga pagi 23 September, sebanyak 352 siswa dan orang tua terdampak usai menyantap makanan MBG.

Rangkaian kasus ini menambah daftar panjang insiden keracunan makanan sejak program MBG resmi diluncurkan pada Januari 2025.

Baca Juga: Program MBG Diterpa Badai Keracunan, Menu Burger hingga Spageti Jadi Sorotan Ahli Gizi

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X