IFG Perkuat Sinergi dan Strategi Industri Asuransi Nasional Lewat Indonesia Professional Insurance Forum 2025

photo author
Achmad Zainur Roziqin, TitikTemu.co
- Jumat, 8 Agustus 2025 | 20:14 WIB
Foto ilustrasi pelaksanaan forum diskusi -IFG memberi dukungan perkembangan asuransi nasional lewat forum-forum. (Unsplash/amstram)
Foto ilustrasi pelaksanaan forum diskusi -IFG memberi dukungan perkembangan asuransi nasional lewat forum-forum. (Unsplash/amstram)

TITIKTEMU.CO – Indonesia Financial Group (IFG), holding BUMN di bidang asuransi, penjaminan, dan investasi, terus mengukuhkan peran strategisnya dalam mendorong kemajuan industri asuransi nasional. Salah satu langkah nyatanya adalah melalui partisipasi aktif di Indonesia Professional Insurance Forum 2025, yang digelar oleh Asosiasi Ahli Manajemen Asuransi Indonesia (AAMAI) di Hotel Royal Ambarrukmo, Yogyakarta, pada 6–8 Agustus 2025.

Mengusung tema “Navigating Geopolitical Threats and Opportunities in the Insurance Industry”, forum ini menjadi ajang strategis bagi pelaku industri untuk berbagi wawasan dan strategi menghadapi tantangan geopolitik global yang berimbas pada sektor asuransi.

Baca Juga: IFG Dukung Pagelaran Ketoprak Financial ‘Samber Nyawa’ untuk Lestarikan Budaya Tradisional Indonesia

Sekretaris Perusahaan IFG, Denny S. Adji, menyebut tema tersebut relevan dengan kondisi dunia saat ini, di tengah ketidakstabilan politik global seperti meningkatnya ketegangan antarnegara, perang dagang, pergeseran aliansi strategis, hingga kebijakan nasionalistik yang dapat memengaruhi penilaian risiko, penjaminan, hingga pengelolaan klaim.

“IFG selalu mendukung forum yang membahas isu-isu penting bagi keberlanjutan industri asuransi. Lewat ajang ini, kami ingin berkontribusi dalam penguatan tata kelola risiko dan inovasi adaptif di tengah ketidakpastian global,” ujar Denny.

Fokus pada Inovasi, Sinergi, dan Tata Kelola Risiko

Forum ini membahas berbagai topik penting, seperti strategi manajemen risiko, pengembangan produk asuransi yang responsif terhadap dinamika politik global, dan peran teknologi untuk meningkatkan daya saing. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun menekankan bahwa sinergi antara perusahaan asuransi, regulator, dan pemangku kepentingan adalah kunci penguatan peran industri asuransi demi mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca Juga: Rice Cooker vs Panci Kukus Nasi Tradisional: Mana yang Lebih Enak dan Cocok untuk Keseharian? Ini Perbedaannya

Partisipasi IFG sejalan dengan visinya untuk memperkuat kerja sama dengan regulator, asosiasi profesi, dan pelaku industri. Dukungan ini turut dipertegas lewat hasil riset IFG Progress yang menunjukkan tren positif di beberapa negara.

Di Eropa, misalnya, kepercayaan konsumen mulai pulih dan inflasi sudah sesuai target Bank Sentral Eropa (2%). Sementara di Tiongkok, pertumbuhan ekonomi kuartal II 2025 mencapai 5,2% berkat perkembangan industri teknologi dan energi baru, meski aktivitas pabrik masih lemah.

Untuk Indonesia, IFG Progress memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 2025 di kisaran 4,7–5,0%. Meski inflasi masih menjadi tantangan, neraca dagang tetap surplus dan konsumsi masyarakat mulai membaik. Penurunan suku bunga Bank Indonesia menjadi 5,25% pada Juli 2025 diharapkan mempercepat pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga: Serum Vitamin C vs Suplemen Kolagen: Mana Pilihan Terbaik untuk Kulit Cerah dan Kenyal?

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi triwulan II 2025 sebesar 5,12%, dengan sektor jasa keuangan dan asuransi menyumbang 0,13%, di mana subsektor asuransi dan dana pensiun berkontribusi 0,05%. Angka ini membuktikan kontribusi positif sektor asuransi meski dihadapkan pada tantangan geopolitik dan iklim.

Kegiatan Pendukung dan Harapan Masa Depan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Achmad Zainur Roziqin

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X