Baca Juga: Bung Tomo, Pengobar Semangat Pertempuran 10 November di Surabaya
Atas permintaan Jenderal De Kock, Dezentje mempengaruhi Sri Susuhunan untuk tetap bersikap netral dalam Perang Jawa. Untuk jasanya ini, Kerajaan Belanda memberikan penghargaan berupa Orde de Nederlandse Leeuw kepada Tinus.
“Dezenjte adalah salah satu musuh Pangeran Diponegoro, karena orang ini pasukan Pangeran Diponegoro agak Keteter ketika bertempur di Ungaran, lokasi Pertempurannya tepat Ddseberang jalan Pabrik Texstil ada makam salah satu senopati Pangeran Diponegoro di situ,” ujarnya.
Tinus meninggal pada 7 November 1839 dalam usia 42 tahun. Ia mewariskan lahan perkebunan seluas 1.275 Hektar. Kejayaan keluarga Dezentje di Bumi Vorstenlanden berlalu bersama waktu. Keberadaan mereka terlupakan. ***
Artikel Terkait
Gayatri Rajapatni, Perempuan Agung di Balik Kejayaan Majapahit
Diponegoro, Pangeran yang Membuat Belanda Bangkrut
Jasad Para Jenderal itu Ditemukan di Sumur Tua di Lubang Buaya
Eksekusi DN Aidit dan Senyum Soeharto
Java Preanger, Secangkir Kopi dari Jawa yang Mendunia
Insiden Hotel Yamato: Pengibaran Bendera Merah Putih Biru yang Membuat Murka Arek-arek Surabaya
Jenderal Mallaby Tewas di Sekitar Jembatan Merah, Siapa Pembunuhnya?
7 Pahlawan Perempuan Sebelum Kemerdekaan, dari Laksamana Malahayati Sampai Rasuna Said