TITIKTEMU.CO – Tanggal 2 Oktober 1965, dua hari setelah para jenderal TNI AD di culik, Ketua Central Committee (CC) PKI Dipa Nusantara atau DN Aidit menghilang.
Di Jakarta, sehari sebelumnya, Pangkostrad Mayor Jenderal Soeharto mengumumkan PKI sebagai dalang peristiwa Gerakan 30 September.
Sang jenderal langsung memerintahkan perburuan terhadap orang-orang PKI. Khusus Aidit, ia menunjuk Kolonel Infanteri Jasir Hadibroto untuk membereskan.
Baca Juga: Jasad Para Jenderal itu Ditemukan di Sumur Tua di Lubang Buaya
“Bawa pasukanmu ke Jawa Tengah!” kata Soeharto seperti ditulis Julius Pour dalam buku Gerakan 30 September: Pelaku, Pahlawan & Petualang (2010: 33).
Bersama empat anggotanya, Jasir bergerak secara rahasia. Pada 9 November Kolonel Jasir dilantik sebagai Pelaksana Kuasa Perang (Pekuper) Daerah Surakarta.
Jasir kemudian berada di Solo, kota yang memiliki basis kuat PKI. Tiga pekan di Solo, Jasir menerima kabar keberadaan DN Aidit dari Sri Harto, intel Brigif IV Infanteri.
Baca Juga: BAHAYA LATEN
Sri Harto memang sengaja disusupkan ke PKI. Selama penyamaran, ia berhasil menjadi salah satu orang kepercayaan Aidit di Solo.
Strategi disusun. Sri Harto diperintahkan datang menemui Aidit. Malamnya, 22 November 1965, pasukan Jasir dipimpin Letnan Dua Ning Prajitno mengepungtempat persembunyiannya.
Tentara menggerebek rumah di kawasan Sambeng. Aidit ditemukan bersembunyi di balik lemari. Malam itu juga Aidit dibawa ke markas Brigif IV di Loji Gandrung.
Baca Juga: ROKOK KLOBOT DAN HARGA DIRI BANGSA
Kepada Jasir, Aidit minta dihadapkan ke Presiden Sukarno. Namun, Kolonel Jasir menolak. Semalaman dia menginterogasi Aidit.
“Jika diserahkan kepada Bung Karno, pasti akan memutarbalikkan fakta sehingga persoalannya akan jadi lain,” kata Jasir tulis Abdul Gofur dalam bukunya, Siti Hartinah Soeharto: Ibu Utama Indonesia.
Artikel Terkait
Ken Dedes, Perempuan yang Menurunkan Raja-raja di Jawa?
Paku Buwono VI, Raja Surakarta di Simpang Jalan
Gayatri Rajapatni, Perempuan Agung di Balik Kejayaan Majapahit
Tragedi G30S/PKI, Kisah Penculikan dan Pembunuhan 7 Pahlawan Revolusi di Lubang Buaya
Diponegoro, Pangeran yang Membuat Belanda Bangkrut