Gayatri Rajapatni, Perempuan Agung di Balik Kejayaan Majapahit

photo author
Ganug Nugroho Adi, TitikTemu.co
- Kamis, 9 September 2021 | 16:13 WIB
Arca Gayatri Rajapadni  (id.wikipedia)
Arca Gayatri Rajapadni (id.wikipedia)

TITIKTEMU.CO

Ketika Jayanegara tewas ditikam Ra Tanca pada tahun 1328, Dyah Gayatri menjadi satu-satunya pewaris yang paling berhak atas tahta Majapahit. Jayanagara meninggal tanpa memiliki keturunan.

Di sisi lain, Gayatri adalah Rajapatni (pendamping raja) dari mendiang Raden Wijaya (1293), pendiri dan raja pertama Majapahit, sekaligus ibu tiri Jayanegara.

Kakak sulungnya, Tribhuwaneswari, adalah permaisuri tanpa dikaruniai anak. Gayatri dan dua kakaknya yang lain, Narendraduhita dan Jayendradewi, menjadi selir. Gelar Rajapatni biasanya diberikan kepada prameswari (permaisuri), namun justru diterima Gayatri.

Baca Juga: Perang Paregreg, Majapahit Menuju Keruntuhan

Ketika keturunan raja dari prameswari tidak ada yang mungkin dinobatkan, maka Rajapatni menjadi penerus tahta. Kalagemet, nama kecil dari Jayanegara, adalah putra tunggal Raden Wijaya dari selir Dara Petak.

Tidak ada  keturunan yang menggantikan raja. Hanya Gayatri satu-satunya yang memiliki kesempatan. Namun, putri bungsu Kertanegara itu bergeming dan akhirnya menolak naik singgasana.

Perempuan itu memilih menahan diri, menyerahkan tahta kepada putri tertuanya, Dyah Gitarja yang kemudian lebih dikenal dengan gelarnya Tribhuwana Tunggadewi Jayawisnuwardhani.

Baca Juga: Blunder Patih Gajah Mada di Perang Bubat

Sosok yang pendiam ini menjadi pilihan karena tidak berada di pusaran konflik Singasari-Majapahit. Alasan lain tentu karena Tribhuana merupakan anak pertama Gayatri bersama Raden Wijaya.

Menjaga Perdamaian

Sejarawan asal Australia, Earl Drake, menggambarkan dengan menarik alasan penolakan Gayatri dalam bukunya, “Gayatri : The Woman Behind The Glory of Majapahit.”

Sebagai putri bungsu Kertanegara, tulis Drake, Gayatri merasa tidak murni berdarah Majapahit. Darah Singasari warisan dari ayahnya mengalir kental dalam tubuhnya.

Tahta diberikan kepada Tribhuwana untuk mencegah kemungkinan bangkitnya orang-orang Singasari yang akan membahayakan Majapahit.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ganug Nugroho Adi

Tags

Rekomendasi

Terkini

Arti Mimpi Ular Kuning dan Putih Apa?

Selasa, 26 Agustus 2025 | 11:35 WIB
X